The Jannah Institute

We help you to do 3 main points

Selamat datang di The Jannah Institute

The Jannah Institute merupakan sebuah knowledge center yang berfokus pada tiga ranah, diantaranya writing services (jasa kepenulisan), workshop provider (penyedia pelatihan), dan literacy consultant (konsultan di bidang literasi) .
The Jannah Institute muncul sebagai wadah berbagi pengetahuan sehingga bisa melayani lebih banyak segmen masyarakat yang membutuhkan wawasan di tiga bidang tersebut. Selain, lebih jauh, melahirkan generasi yang mampu bersaing dan menjadi berdaya dengan totalitas dalam kemampuan yang dimilikinya.

  • Jember, Jawa Timur, Indonesia
  • +6285 33 1470 887
  • thejannah.ins@gmail.com
  • www.thejannahinstitute.com
Me

Our Professional Skills

Writing services, workshop provider, literacy consultant

Writing services 80%
Workshop provider 95%
Literacy consultant 75%

Writing Services

Jasa kepenulisan profesional untuk kebutuhan artikel lepas, artikel websites dan blog (content writing), buku (editing, story teller)

Travel Wri(ting)-Pho(tography) Workshop

One day workshop yang khusus mengulas penulisan perjalanan sekaligus melengkapinya dengan foto perjalanan

Freelance Writing Workshop

One day workshop yang khusus mengulas genre penulisan freelance dan tips-tips menuju dunia penulisan freelance

Exclusive Blogging Class

Kelas eksklusif khusus persiapan menjadi seorang blogger profesional. Didesain dengan pendampingan selama 3 bulan

Public Speaking Class

Kelas berbicara di depan umum yang didesain dengan pendampingan selama 2-2,5 bulan untuk anak-anak, remaja, dan umum

Fun Writing Class

Kelas menulis yang didesain dengan pendampingan selama 2-2,5 bulan untuk anak-anak dan remaja

0
event as public speaker
0
alumni offline class
0
content writing
0
library projects
  • One Day Workshop Islamic Public Speaking for Kids, Belajar Bertutur Kata Sesuai dengan Tuntunan Islam


    “Karena berbicara harus ahsan, sopan dan tentunya jujur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW”.
    Terbiasa dengan kelas Public Speaking for Kids reguler yakni 10 kali pertemuan. Pada 4 Mei 2019, The Jannah Institute (TJI) telah sukses menggelar event One Day Workshop Islamic Public Speaking for Kids. Event yang ber-partner dengan Jember Youth Club ini dilaksanakan di Lippo Plaza Jember.

    Kelas kali ini cukup berbeda karena diadakan untuk menyambut bulan suci Ramadhan serta sebagai kelas preview bagi mereka yang belum pernah mengikuti kelas-kelas di TJI. Selain itu, tentu tujuan awalnya untuk lebih mengenalkan bagaimana sih Islamic public speaking itu sebenarnya.

    Islamic Public Speaking hampir sama dengan public speaking pada umumnya. Namun, dalam Islamic public speaking terdapat nilai-nilai Islam yang menjadi salah satu pondasinya. Yaitu berbicara yang tak hanya berani bicara seperti slogan kelas Public Speaking for Kids "Aku Anak Berani", tapi juga harus mengajak pada kebaikan, jujur, dan beretika.





    Apa saja yang dipelajari dalam One day Workshop Islamic Public speaking?


    Sama seperti kelas reguler, hanya saja dengan versi mini dikarenakan keterbatasan waktu. Berikut ini materi-materi yang disampaikan dengan fun learning dari one day workshop yang diadakan sejak jam 13.00 dan berakhir jam 18.00 ini. 

    1. Mengapa harus belajar public speaking?
    2. Bagaimana sih cara berbicara yang baik dan benar sesuai dengan Islam?
    3. Its Time to Voice Power
    4. Profesi dalam Public Speaking
    5. How To Be Public Speaker?

    Sama seperti kelas-kelas di The Jannah Institute yang lainnya, metode fun learning juga digunakan saat workshop ini. Melalui metode ini peserta lebih mudah menerima informasi yang disampaikan karena disertai dengan contoh dari trainer dan di akhir kegiatan seluruh peserta akan menampilkan beberapa profesi dalam public speaking bersama dengan kelompoknya. Seperti vlogger, ustadz, da’iyah, pendongeng serta reporter.




    Workshop ini dibuka dengan sesi perkenalan yang sangat seru, yaitu dengan memperagakan gerakan binatang sesuai dengan yang dipilih masing-masing, dilanjutkan dengan berlatih voice power untuk memaksimalkan kekuatan suara terbaik dari seorang public speaker hingga dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan lainnya.

    Selain trainer dan fasilitator utama, Kak Prita HW, workshop ini juga sukses berkat antusias dari kakak-kakak fasilitator atau pendamping kelompok yang berasal dari Jember Youth Club. Jember Youth Club adalah wadah alumni kelas Public Sepaking for Youth TJI. 





    Workshop yang bertempat di Atrium Lippo Plaza Jember ini diikuti oleh 32 peserta se-Jember. Meskipun hanya satu hari, tetapi workshop ini mampu membuat para peserta belajar tampil dengan cukup membanggakan dan ditonton oleh para ayah bunda serta seluruh pengunjung Lippo Plaza. 





    Bonusnya adalah mendapat respon yang luar biasa dari para bunda-bunda yang terkumpul di Whats App Group. Seperti beberapa bunda berikut ini :

    “Terima kasih Kak Prita dan tim. Acaranya edukatif sekali, dan anak saya sangat senang karena ada wadah untuk menyalurkan hobi ngomongnya. Saran ya Kak, waktunya diperpanjang lagi atau diadakan saat liburan sekolah” – Bunda Janeeta.

    “Saya kaget kemaren liat putri saya, dia anaknya tertutup kalau di depan umum tapi pas acara kemaren antusias sekali. Ditunggu kegiatan lainnya ya Kak” – Bunda Rayya.

    “Kak Prita kalau bisa adain kelas lanjutan ya untuk public speakingnya, biar putra saya bisa belajar lebih lagi” – Bunda Raia.

    “Terimakasih, acaranya seru sekali. Anak-anak semangat banget tampil di panggung. Saran ya kak, kalau bisa next event mulai pagi sampai sore” – Bunda Auliya.

    "Mas Azzam senang, serruu sekali katanya dapat pengalaman dan teman baru. O iya tambahannya, dapet kue yang enakkk katanya. Kalau Mas Fatih senang karena bisa mendengarkan cerita teman-, teman yang lain. Dan Mas Daris senang karena ada kegiatan positif, daripada nganggur di rumah." - Bunda Daris, Azzam, Fatih.

    Selain berpartner dengan Jember Youth Club dan juga Lippo Plaza, workshop ini didukung oleh beberapa partner seperti :

    Bee Donuts (Donat Karakter Jember)
    Terimakasih untuk snack box yang lucu dan mengenyangkan untuk adek-adek peserta dan panitia


    Macarina (Macaroni Nagih)
    Terimakasih unuk makaroni renyah sedunia dan kemasan goodie bag yang lucu


    Bebek Mbegor  Jember
    Terimakasih untuk lunch box dengan menu ayam empuk dan sambel maknyuuus, juga voucher untuk doorprize nya!


    Susu HiLo School
    Terimakasih untuk susu yang segar diminum kapan aja.


    Taman Botani Sukorambi
    Terimakasih untuk free pass untuk seluruh panitia dan peserta.


    Lapak The Jannah
    Terimakasih untuk doorprize pouch lucunya.


    Eatnauw
    Terimakasih untuk jajanan rambut nenek yang istimews


    - The Jannah Institute - 





  • Gelar Pelatihan dan Pemberdayaan Perempuan, Alfamart Juga Sosialisasikan Diet Kantong Plastik


    Bukan hanya sekali ini saja Alfamart  melakukan pelatihan dan pemberdayaan kepada para perempuan. Ber-partner dengan The Jannah Institute, acara ini telah sukses digelar untuk kelima kalinya.

    Di pelatihan kelima yang diselenggarakan di Grand Cafe, Jalan Jawa Jember ini bisa dikatakan sebagai momen yang cukup spesial. Menurut host yang juga founder The Jannah Institute, Kak Prita HW, spesialnya karena adanya sosialisasi diet kantong plastik dan pelatihan pembuatan puff pastry.


    Baca Juga : Pelatihan Pertama - Tiga Perempuan Berbagi di Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Khusus Perempuan Gelaran Alfamart Jember dan The Jannah Institute

    Acara yang digelar pada Selasa, 9 April 2019 ini memang menjadi salah satu program pertanggungjawaban perusahaan kepada masyarakat atau yang lebih dikenal sebagai CSR (Corporate Social Responsibility)



    Hal ini dituturkan Pak Yosia Andika Pakiding selaku Branch Manager Alfamart Jember dalam keynote speech nya, "Alfamart tak hanya ingin mengurusi soal bisnis dan keuntungan semata, tapi bagaimana memberikan manfaat juga untuk masyarakat luas. Makanya, pelatihan seperti ni sudah rutin kami adakan bekerjasama dengan The Jannah Institute", ujarnya. 

    Pelatihan Pembuatan Puff Pastry


    Puff pastry merupakan salah satu dari sekian banyak jenis kue yang biasa tersaji di acara-acara penting atau momen-momen yang cukup spesial. Sensasi crunchy dari puff pastry yang dipadu dengan berbagai macam topping menjadikan puff pastry memiliki ciri khas tersendiri. Selain itu, bentuk dari puff pastry ternyata juga bisa dikreasikan menurut selera masing-masing.


    Misalnya seperti sekarang ini, setelah dilakukan demo tentang bahan-bahan dan pembuatan adonan puff pastry, setiap peserta diberikan satu adonan puff pastry yang bisa dibentuk sesuai dengan kreasi masing-masing. Selain itu, isian atau filling dari puff pastry juga beraneka ragam. Bisa diisi dengan cokelat, kacang, keju, serta fla susu yang dikombinasikan dengan topping buah.


    Baca Juga : Pelatihan Kedua - Gelaran Kedua Alfamart Jember x The Jannah Institute, Eh Ada Alfamind!

    Pelatihan ini mendatangkan pemateri yang sudah tidak diragukan lagi keahliannya di bidang kuliner terutama baking, yaitu Moms Indah Setyorini atau yang akrab disapa dengan Mbak atau Bu Indah. Sst, Moms Indah ini juga salah satu alumni Public Speaking for Moms nya The Jannah Institute loh. Selain sudah terkenal dalam bidangnya, Bu Indah ini juga owner dari Kinarya Cake dan Bedhag Coffee. 



    Kinarya Cake adalah pensuplai bahan setengah jadi untuk menu dessert beberapa cafe terkenal di Jember. Dan, Bedhag Coffee yang dijalankan bersama suaminya merupakan salah satu UMKM yang melestarikan kopi lokal Jember dengan kualitas yang tidak kalah dengan kopi-kopi lainnya.

    Pelatihan ini dipilih bukan karena proses pembuatannya saja yang terbilang mudah. Namun, pelatihan ini diharapkan  mampu memberikan motivasi kepada peserta untuk berwirausaha mandiri di bidang kuliner. Apalagi dalam waktu dekat ini akan ada bulan Ramadhan dan selanjutnya momen Idul Fitri, sehingga bisa menjadi langkah awal untuk memulai bisnis di bidang kuliner.


    Selain acara pelatihan pembuatan puff pastry, Alfamart juga melakukan sosialisasi mengenai Diet Kantong Plastik.

    Yuk Diet Kantong Plastik Dari Sekarang

    Sampah merupakan permasalahan yang seakan-akan tidak pernah kunjung selesai. Sampah seringkali menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan, terutama sampah plastik yang sulit sekali untuk diuraikan.


    Di Indonesia sendiri, hampir 9,8 miliar sampah plastik yang terkumpul setiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena banyaknya penggunaan sampah plastik tiap orangnya. Diperkirakan setiap orang mampu menyumbangkan 700 lembar kantong plastik dalam satu tahun. Bayangkan saja berapa banyak jumlah penduduk Indonesia saat ini. Jika dibiarkan, lama kelamaan Indonesia mampu memunculkan gunung-gunung sampah plastik di tiap wilayahnya. Selain itu, sampah plastik merupakan penyumbang nomor dua limbah yang mengalir ke laut.

    Lalu, mengapa plastik masih digunakan?

    Kemasan plastik sangat akrab dengan masyarakat, mulai dari kemasan makanan, minuman, alat-alat mandi dan kantong belanja pun sudah menggunakan kemasan berbahan plastik. Kemasan praktis memberikan kesan yang praktis dan murah. Namun, yang tidak pernah terpikirkan bahwa sampah plastik sangat berdampak buruk bagi lingkungan. Plastik memiliki sifat yang tidak mudah terurai, butuh waktu beratus-ratus tahun bahkan hingga ribuan tahun untuk menjadikan plastik tersebut benar-benar hancur. Sedangkan yang kita ketahui, sampah plastik tiap harinya semakin bertambah jumlahnya.

    Dampak yang sudah terlihat di wilayah perairan laut adalah banyaknya hewan laut yang ditemukan mati akibat dari sampah plastik. Misalnya akhir tahun 2018 kemarin, tepat 19 November, ditemukan seekor paus yang mati di wilayah Pantai Wakatobi. Itu akibat dari hampir 50% sampah plastik yang memenuhi perutnya, dan sampah tersebut tidak bisa dicerna. Tidak hanya di Wakatobi, pada 9 Desember, juga ditemukan penyu yang mati di Perairan Kulon Progo dengan kasus yang sama seperti di Pantai Wakatobi.

    Bukannya plastik bisa didaur ulang?

    Sampah plastik memang dapat didaur ulang oleh karena itu, banyak yang menganggap remeh kasus ini. Namun faktanya tidak demikian. Menurut data lembaga Sustainable Waste Indonesia tahun 2018, berat sampah di Indonesia mencapai 4.000 ton per hari. Jika jumlah tersebut dikategorikan menjadi 100% sampah yang dihasilkan perharinya. Berapakah yang bisa di daur ulang?



    Hanya 7% sampah plastik yang bisa didaur ulang.

    Selebihnya kemana? 69% langsung berakhir di tempat pembuangan akhir dan 24% sisanya masih mencemari lingkungan.

    Mungkin bisa dibayangkan, akan seperti apa Indonesia jika hal ini dibiarkan terus menerus.

    Sampah yang didaur ulang pun biasanya memiliki kategori tertentu. Sedangkan sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang biasanya langsung dijual kepada pemasok dengan harga yang sangat rendah. Harga sampah plastik biasanya diantara Rp.100-Rp.2.200 setiap kilogramnya.

    Bahkan Enri Damanhuri, peneliti lingkungan dari ITB mengatakan selama sampah dipandang kurang memiliki nilai, maka sampah-sampah tersebut tidak akan didaur ulang dan dibiarkan begitu saja.

    Jika sudah demikian, apakah cukup hanya dengan peran dari komunitas dan juga pemerintah? Tentu saja tidak.

    Permasalahan sampah bukan sekedar tanggungjawab pihak tertentu, namun seluruh elemen dalam sebuah negara. Baik itu dari pemerintah yang membuat kebijakan, perusahaan yang juga membutuhkan keuntungan dan warga negara secara keseluruhan sebagai pelaku atau pelaksana kebijakan. Semua elemen saling bersinergi, berkaitan dan tidak bisa dilepaskan.

    Pemerintah berkewajiban membuat kebijakan yang mengatur tentang penggunaan sampah plastik, cara penanganan serta benar-benar menerapkan kebijakan yang telah dibuat. Tidak memilih pihak tertentu sebagai objek kebijakan dan konsisten dalam menerapkan kebijakan. Jika pemerintah sudah tegas dengan kebijakannya, otomatis elemen negara yang lainnya juga akan mengikuti.

    Namun, apa yang terjadi sekarang? Permasalahan sampah yang semakin menumpuk tetapi belum ada kebijakan secara nasional yang mengatur tentang hal itu. Bahkan dari komunitaslah yang banyak memberikan edukasi akan bahaya sampah. Tidak sekedar komunitas saja, bahkan Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (APRINDO) mulai mengambil langkah untuk mengurangi volume sampah plastik. Yaitu dengan memberlakukan aturan kantong plastik tidak gratis (KPTG). 

    Kebijakan kantong plastik tidak gratis (KPTG) ini diberlakukan mulai tanggal 1 Maret 2019 di seluruh toko jaringan Alfamart. Kebijakan KPTG bukanlah semata-mata program Alfamart untuk memperoleh keuntungan. 


    Hal ini juga dijelaskan oleh Bapak M. Faruq Asrori selaku Corporate Communication Regional Manager, “Alfamart bersama APRINDO kembali berkomitmen untuk menerapkan program Kantong Plastik Tidak Gratis di seluruh jaringan toko pada 1 Maret 2019, untuk mengurangi jumlah sampah plastic yang beredar”, ungkapnya. 

    Alfamart mengenakan harga Rp.200 per kantong plastik. Selain itu, Alfamart juga menawarkan kantong belanja kain yang bisa dipakai secara berulang dan tentunya juga ramah lingkungan. Tujuannya bukan sebagai tambahan keuntungan bagi Alfamart. Melainkan sebagai motivasi kepada masyrakat untuk mulai mengurangi konsumsi kantong plastik.

    Selain dari pemerintah dan pengusaha, peran masyarakat pun tidak kalah penting dalam hal pengurangan volume sampah ini. Diharapkan masyarakat mampu menerapkan program 4 R, yaitu :
    • Reuse, menggunakan kembali kantong belanja plastic yang masih bisa digunakan
    • Reduce dan Refuse, mengurangi bahkan menolak penggunaan kantong plastik selama masih bisa
    • Recycle, mendaur ulang dan memiliah plastik-plastik bekas
    • Rethink, berpikir kembali sebelum menggunakan kantong plastik
    Dengan adanya program sosialisai mengenai Kantong Plastik Tidak Gratis ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya sampah plastik dan upaya pengurangan volume sampah plastik. Serta melalui program ini, Alfamart mampu menjadi salah satu perusahaan go green, yang peduli akan lingkungan sekitar. Serta menjadi perusahaan yang tidak hanya mementingkan keuntungan semata. Namun juga harmonisasi dengan masyarakat dan lingkungan.

    Jadilah Agen Perubahan. Kurangi Konsumsi Plastik. Meski Sedikit, Setidaknya Bisa Mambantu Menjaga Kelestarian Lingkungan Bagi Generasi Selanjutnya. 

    Semangat Memberdayakan Pengusaha Toko Kelontong 

    Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 dan diakhiri dengan makan siang ini, menghadirkan Pak Taufik Hidayanto sebagai Store Sales Point Manager. 


    Pak Taufik sendiri sudah sering berbagi di event Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Khusus Perempuan sebelumnya. Penasaran apa program dari SSP untuk memfasilitasi para pengusaha toko kelontong, mulai dari bentuk rombong atau outlet ataupun warung? Langsung saja meluncur ke 
    Pelatihan Ketiga - Gelaran Ketiga Alfamart Jember x The Jannah Institute Memperkenalkan Apa Itu Store Sales Point 

    Setelah sesi Pak Taufik, makan siang sudah menunggu. Menu yang disajikan sungguh membuat perut tak sabar untuk segera melahapnya. Ada nasi goreng, sop buntut, nasi ayam kremes, kwetiauw goreng, dan juga sajian minuman es teh. 


    Tak lupa dibagi pula doorprize untuk para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan ala kuis dari Bu Ame, corporate communication Alfamart. Juga ada fasilitas kartu member Alfamart free khusus buat yang belum terdaftar sebagai member.  

    Baca Juga : Pelatihan Keempat - Seru-Seruan bareng Alfamart dan The Jannah Institute di Rollas Cafe Jember

    30 peserta yang hadir hari itu pun pulang dengan senyum mengembang sambil membawa goodie bag di tangannya, oleh-oleh kecil dari Alfamart. Terimakasih Alfamart!



    Penulis - Siska Rofita
    Editor - Prita HW

    Semua Foto Dok. Pribadi The Jannah Institute

    - Wassalam, TJI - 
  • TJI Sharing Session with Kak Miyosi Ariefiansyah



    Menulis bagi banyak orang bisa jadi pekerjaan yang susah susah gampang atau sebaliknya, gampang gampang susah. Jannati termasuk yang mana nih? Tapi, ga perlu kuatir, buat yang belum bergabung dengan The Jannah Institute (TJI) Community di grup Whats App, TJI akan feature artikel review yang terpilih sebagai best post di tiap sesinya. 

    Nah, untuk sesi pertama #TJIsharingsession yang diadakan setiap Rabu malam dengan rentang waktu dua minggu sekali ini bertemakan : Bagaimana Menulis untuk Pemula. Tips-tips apa saja yang dibagikan oleh Kak Miyosi yang sudah malang melintang di dunia kepenulisan. Simak nih profil singkatnya ya.

    Kak Miyosi mulai masuk di dunia menulis tahun 2009 setelah menikah, saat merantau ke Bekasi. Memiliki hobi membaca dan menulis sejak TK, tapi nggak pernah membayangkan akan menjadi penulis. Mengapa?, karena zaman dulu profesi sebagai penulis dipandang sebelah mata bahkan sering dianggap sebagai orang yang nggak punya kerjaan.

    Kak Miyosi memulai karier menulis dengan menjadi penulis konten, lanjut penulis buku dengan ikut agen naskah serta mandiri menawarkan diri ke penerbit, sempat merasakan jadi editor lepas di Erlangga - Agromedia - Salemba - Bhuana Ilmu Populer, jadi  penulis khusus akuntansi di kantor akuntan publik di T.B. Simatupang Jakarta, jadi redaktur di agen naskah, dan ghost writer.

    Udah kebayangkan gimana jauhnya Kak Miyosi "bermain" di dunia tulis menulis??? 

    Selangkapnya baca di blog Siska Rofita

    - Wassalam, TJI - 
  • Ibu Rumah Tangga, Ibu Bekerja, dan Mompreneur Belajar Public Speaking, Seperti Apa?

    Ibu rumah tangga, ibu bekerja, dan mompreneur belajar public speaking, mungkin banyak orang yang kemudian memicingkan mata. Buat apa sih ibu-ibu belajar public speaking? Apakah ada dari jannati yang berpendapat semacam itu?

    Ga salah juga sih, memang ibu-ibu identik dengan memasak, mengurus anak, dan segala printilan rumah tangga yang sering dikira banyak orang berkutat pada "itu-itu saja". Hm, jangan salah, itu-itu sajanya itu memang lebih dari itu 😋 Urusan jadi bendahara rumah tangga, jadi ahli gizi, jadi koki terbaik, jadi psikolog handal, sampai orator ulung adalah serangkaian profesi yang melekat dengan skill khusus yang mestinya dimiliki seorang ibu.

    Tak peduli apakah si ibu pure ibu rumah tangga, ibu yang ikut mambantu penghasilan rumah tangga dengan bekerja, ataupun seorang mompreneur yang bekerja dari rumah.

    Public speaking sangat perlu dimiliki seorang ibu karena fungsi berbicara yang tak sekedar bicara. Apalagi emak-emak juga sering dituduh tempatnya bergosip ya. Ampun dah 😅 Tahu ga, kalau talking berbeda dengan speaking. Talking adalah berbicara secara bahasa, seperti bayi yang sudha bisa mengeluarkan beragam suara. Sedangkan speaking adalah seni berbicara. Sebenarnya, berbicara dengan seseorang saja atau sering disebut empat mata, sudah termasuk dalam kategori public speaking. 
    Lalu, bagaimana fungsi public speaking ini bisa berpengaruh dalam seni berbicara pada anak, suami, klien, customer, hingga publik?
    Nah, inilah yang dipelajari dalam 2 days workshop Public Speaking for Moms The Jannah Institute yang berbasis di Jember, Jawa Timur. 

    Public Speaking for Moms pertama kali diadakan pada Mei 2018, diikuti oleh sekitar 15 orang moms yang sangat bersemangat mengikuti proses 2 hari dalam sikon puasa Ramadhan, dan bertempat outdoor di Kampoeng Baca, Jalan Nusan Indah VI/7 Jember. Luar biasa!

    Beragam latar ikut mewarnai Public Speaking for Moms batch 1, mulai dari mompreneur yang mendukung suaminya berbisnis kopi, mompreneur yang berbisnis minuman susu, donat waluh, sampai seorang PNS, guru, pengusaha kafe, seorang leader di sebuah perusahaan distribusi, pengusaha wedding souvenir, karyawan swasta, semua melebur jadi satu.

    Bangga dan haru rasanya bisa menjadi wadah berkumpul ibu-ibu hebat. Suasana kekeluargaan pun langsung menyeruak, belajar seni berbicara pun mendadak menjadi lebih bersemangat.




    Respon yang positif itu pun akhirnya membuat banyak ibu dan perempuan di Jember lainnya penasaran dan menunggu-nunggu jadwal workshop selanjutnya.

    Akhirnya, The Jannah Institute kembali menggelar 2 days workshop Public Speaking for Moms pada November 2018. Cukup lama, karena schedule TJI yang sangat padat untuk kelas-kelas lainnya. Tapi, selepas ini, semoga bisa rutin setiap 3 bulan sekali minimal ya, jannati. Aamin.

    Berbeda dengan sebelumnya, batch 2 dibatasi hanya sampai 10 orang saja. Dan ternyata, 7 orang yang ditekdirkan Allah untuk ikut menimba ilmu. Dilaksanakan di NOG Resto, Perumahan Gunung Batu Permai, batch 2 yang diikuti oleh dosen, da'iyah, ibu rumah tangga yang sekaligus penyuluh Posyandu, ibu rumah tangga yang sekaligus menjadi pendamping suaminya kala bertugas sebagai polisi, PNS, guru, dan pengusaha home decoration ini juga tak kalah berkesan.





    Alhamdulillah, 2 days workshop Public Speaking for Moms berlangsung lancar dan berkesan as always 😍 . . 3-4 Nov, 7 org terpilih dr rencana 10 seat, yg ditakdirkan Allah utk menambah ilmu yg harapannya long lasting diaplikasikan kpn saja. Baik itu oleh yg ibu rmh tangga, mompreneur, da'iyah, dosen, guru, sesuai ragam profesi bunda2 kece yg kemaren hadir. . . Sesi hari pertama mengupas urgensi public speaking for moms berlangsung seru krn ada sesi mengingat pengalaman public speaking yg memorable, sesi mengeluarkan ketakutan yg dihadapi saat public speaking dan menghancurkannya bersama2, jg sesi selftalk positif ttg goals pasca workshop 😎 . . Hari kedua ga kalah seru. Ada sesi roleplay battle utk pemanasan special perform. Dan setelahnya ada nobar utk review video masing2. Seruu dan ga berasa. Mau tahu testimoni para moms yg diibaratkan dgn buah utk menggambarkan perasaan ikut 2 days workshop ini? Stay tune terus di TJI ya, jannati♡ . #publicspeakingjember #wearepublicspeaker #publicspeakingformoms #publicspeakerjember #perempuanjember #kelaspublicspeaking #vibrantmethods #appreciativelearning #thejannahinstitute
    A post shared by The Jannah Institute (@thejannah.ins) on

    Apa Saja yang Dipelajari di Public Speaking for Moms?

    Di hari pertama, moms akan diajak untuk menelusuri plusnya diri sendiri lewat pengalaman paling berkesan selama hidup dalam melakukan seni berbicara, appaun itu. Serunya, itu semua disampaikan lewat gambar bebas ala ilustrasi komik.

    Setelah unforgettable moment itu terungkap, langkah selanjutnya adalah mengungkapkan ketakutan-ketakutan yang masih mungkin dialami saat berbicara di depan umum. Ini berguna sebagai detoks. Seperti apa keseruannya? Hm, jannati harus menyaksikannya sendiri sih 😊

    Setelah itu, bersama-sama seluruh peserta, selftalk sebagai komitmen dan latihan mensugesti diri dengan sesuatu yang positif pun dilakukan.

    Di hari pertama itu, urgensi public speaking bagi seorang ibu dibahas tuntas, termasuk tips-tips powerfull public speaking. Di akhir sesi hari pertama, akan ada roleplay berkelompok dengan case yang berbeda-beda. Ada yang bagaimana memimpin rapat sebagai mompreneur, ada yang sedang berkomunikasi dengan anak, dan sebagainya.

    Apakah hari kedua bertambah seru?

    Pastinya! Sebab di hari kedua ini, masing-masing moms akan diberikan waktu untuk final perform, menampilkan apapun seni berbicara yang akan moms praktekkan. Kalau di batch 1 banyak yang berkisah soal hijrah, bisnis, dan bahkan semi curcol, di batch 2, tiap orang mengeksplorasi diri dengan menjadi sesuai profesinya. Ada yang penyuluh, ada yang sedang memberikan tausiyah, memberikan sambutan saat acara kantor, sampai berbagi tips tutorial tentang hobi dan komunitasnya. Seru!

    Ada sesi untuk review dengan menonton bersama video rekaman saat final perform. Sebagai bonus, Kak Prita HW sebagai mentor memberikan bocoran tentang tipe-tipe karakter orang yang dihadapi dalam keseharian dan bagaimana menarik perhatian karakter yang berbeda itu.

    Batch 3 nya kapan nih?

    Info serunya di poster ya moms. Hubungi CP untuk booking seat nya. Jangan sampai ketinggalan. Ibu-ibu belajar pubblic speaking, kenapa ga? 😍




    - Wassalam, TJI -



  • Public Speaking for Youth The Jannah Institute Jember, Mewadahi Energi Kaum Muda

    Public Speaking for Youth adalah salah satu program kelas yang dimiliki The Jannah Institute (TJI) untuk mewadahi kaum muda yang bergejolak. Energinya yang luar biasa tentu akan menjadi potential lost bila tidak bisa disalurkan dengan positif, bermanfaat, dan berkah tentunya. Kelas kali ini memang dikhususkan untuk pelajar dan mahasiswa Jember dan sekitarnya yang tertarik belajar lebih jauh tentang ilmu berbicara di depan umum atau ber-public speaking ria. 

    Setelah sukses mengadakan batch 1 yang diikuti 9 orang pelajar dan mahasiswa. Public Speaking for Youth batch 2 diikuti oleh 7 orang yang juga dari kalangan tak jauh berbeda. Mulai dari pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa.




    Sengaja, materi-materi Public Speaking for Youth dikemas tidak dalam sekali one day atau two day workshop, tetapi dalam konsep kelas yang terdiri dari 5 pertemuan. Jika batch 1 berdasarkan kesepakatan untuk menentukan jadwalnya, di batch 2 lebih ketat dengan menentukan waktu setiap Sabtu pagi setiap pekannya. Dan, alhamdulillah cara ini lebih efektif. Peserta belajar mengaku ketagihan dan dalam posisi on fire untuk mengaplikasikan ilmunya.

    Masih sama mbak. Dari pertemuan 1 dan 2, tetep nagih dan nagih. - Amelinda, mahasiswa FEB Unej, peserta belajar Public Speaking for Youth batch 2

    Apa Saja yang Dipelajari di 5 Pertemuan?

    Sesuai dengan ruh pembelajaran di TJI yang mengedepankan appreciative learning dalam tiap prosesnya, kelas-kelas fleksibel dilakukan di indoor maupun outdoor yang ditentukan bersama. Saya sendiri sebagai mentor juga berusaha untuk mengajak temen-temen peserta belajar untuk terlibat menentukan keputusan terbaik untuk mereka, sekaligus memastikan kenyamanan.

    Pertemuan 1 membahas tentang The Purpose of Public Speaking for Youth alias apa sih urgensi kaum muda belajar public speaking. Di pertemuan 1 ini semacam pondasi dari pertemuan-pertemuan selanjutnya. Peserta belajar akan diajak untuk menggali pengalaman paling berkesan saat tampil berbicara di depan umum sepanjang hidupnya, kemudian mengeluarkan ketakutan yang dihadapi saat berbicara di depan umum, sekaligus diajarkan metode selftalk sebagai bentuk "doktrin" positif pada diri sendiri.




    Pertemuan 2 biasanya memilih tempat outdoor karena semuanya diajak untuk melatih Voice Power & Intonation dengan mencoba nada suara rendah, sedang, dan tinggi. Kekuatan suara ini penting untuk memaksimalkan kekuatan terbaik dari tiap individu yang kadang kurang terasah. Selain itu, suara yang mumpuni juga akan memberikan efek pada rasa percaya diri ketika tampil.



    Sementara di pertemuan 3 agak sedikit berbeda antara batch 1 dan batch 2. Jika batch 1 menghadirkan Mas Nizar selaku announcer RRI Pro 2 Jember yang memiliki sifat introvert pada awalnya beserta bocoran-bocoran latihan pernafasan dan hikmah dari pengalamannya, di batch 2, saya mencoba mengajak peserta belajar lebih lepas berekspresi lewat Public Speaking for Marketing Skill.

    Saya ajak mereka untuk pitching atau semacam prospek kalau dalam bahasa marketing, yaitu berkomunikasi dengan tujuan mempengaruhi orang lain. Ini biasanya dipakai untuk memasarkan suatu produk ataupun jasa kepada masyarakat secara face to face secara langsung. Kami berkumpul di hari Ahad pagi di CFD Jember.


    Di batch 2, ini adalah pengalaman yang paling seru dan masih mau diulang lagi, begitu kata mereka. Saat itu, mereka belajar bagaimana memperkenalkan diri, presentasi, hingga closing sesuai dengan tujuannya. Ada yang membawa produk sendiri seperti masker, kaldu non MSG, dan sisanya juga memperkenalkan TJI kepada khalayak Jember. Hasilnya luar biasa, ada yang diterima, ditolak, berelasi untuk dihubungi lebih lanjut terkait pemasaran program di kantor si customer, dan sebagainya.

    Pertemuan ke 4, barulah saya ajak untuk mengenal ragam profesi public speaker, salah satunya adalah announcer. Jadilah, hari itu, saya yang sejak Maret 2017 dipercaya mengampu program Literacy on Friday di Pro 2 Morning Show mengajak temen-temen untuk on air dan meet the announcer. Siapakah dia? Iyap, Mas md_putrawijaya yang selain music director juga dikenal sebagai MC dan moderator. Fresh lah hari itu, karena banyak yang pengalaman pertama memasuki studio 😆

    Kalau di batch 1, saya mengajak temen-temen berkunjung ke Texas English Course dan bertemu serta mengambil insight dari Mom Luci selaku owner Texas tentang Public Speaking in English khususnya untuk perkenalan diri. Karena dirasa di batch 2 ingin fokus untuk di Bahasa Indonesia, maka di batch 2 langsung praktek on air. 

    Pertemuan terakhir, ini nih yang paling seru dan sukses bikin deg-degan. Mereka harus tampil final perform di sebuah event kopdar The Jannah Institute (TJI) Community. Ada yang bertugas sebagai MC, moderator, dan fasilitator yang meng-handle jalannya ice breaking dan barter buku.

    Batch 1 bertemakan Writerpreneur menghadirkan saya sendiri dan video conference dengan penulis asal Malang, Miyosi Ariefiansyah yang juga partner saya menulis sejak 2010.

    Batch 2 sedikit berbeda, TJI menghadirkan topik ngobrol seru menyoal Generasi X, Y, dan Z yang masing-masing ada perwakilannya. O iya, ada Nadia dan Novi yang masih uduk di bangku SMA dan SMP yang memulai debut menjadi narasumber alias public speaker utamanya langsung 😍

    Alhamdulillah, baik kopdar pertama dan kedua berlangsung lancar dan semua peserta belajar sukses tampil memukau.



    "Jangan lelah untuk terus menyampaikan yang benar secara konten, dan juga disampaikan dengan cara yang baik. Semoga ilmunya bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari sampai jangka panjang", itu pesan saya di saat menyerahkan sertifikat sebagai tanda kelulusan semua peserta belajar.

    Tertarik untuk Ikut Kelas Public Speaking for Youth Berikutnya?

    Ada upaya untuk hasil yang terus diusahakan. Pun public speaking, bukanlah hal instan yang bisa dipelajari dalam semalam, sehari, atau dua hari. Ia membutuhkan pengulangan atau repetisi yang konsisten.

    Karena itu, The Jannah Institute (TJI) mengemasnya dalam 5 pertemuan yang fun dan hidup, juga penuh dengan praktek yang menantang. Semua itu cuma dengan investasi Rp. 250.000. Apalah arti investasi kecil ini dengan pengalaman yang akan temen-temen dapatkan. Mari belajar dan berkolaborasi!

    Hubungi :
    Siska - Marketing & Customer Relation
    081803661751



    - Wassalam, TJI -
  • Gelaran Ketiga Alfamart Jember x The Jannah Institute Memperkenalkan Apa itu Store Sales Point



    Assalamu'alaikum Jannati

    Masih ingat kan dengan event seru yang digelar The Janah Institute (TJI) dan Alfamart Jember? Yap, pada 11 Oktober 2018 lalu merupakan gelaran kali ketiga yang bertempat di Cafe Sederhana, Jalan Kalimantan.

    Selalu ada yang berbeda dengan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat khusu Perempuan yang konsisten diselenggarakan oleh Alfamart ini. Pesertanya tentu saja beragam ya, dari berbagai komunitas perempuan maupun pelaku usaha kecil semacam UMKM yang memerlukan inspirasi bisnis yang up to date. Selain itu, dari sisi pembicara juga ada yang fresh loh.

    Kali ini, ada pembicara dari Small & Micro Business Department Alfamart Jember yang berbagi tentang Store Sales Point. Apa itu? 

    Sebelum menjawabnya, Pak Taufik Hidayanto membuka dengan visi misi dan budaya Alfamart sebagai sebuah perusahaan dan juga komitmen Alfamart sebagai Sahabat Indonesia yang merupakan akronim dari SAtu HAti berBAgi unTuk Indonesia. Ini sebagai upaya Alfamart untuk bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat. 

    Apa itu Store Sales Point ?

    Store Sales Point (SSP) ini boleh dibilang merupakan jawaban atas pandangan miring mastarakat bahwa keberadaan toko ritek semacam Alfamart akan mengancam toko-toko kecil milik masyarakat. Dengan apiknya, Alfamart merancang program ini dan berhasil diganjar penghargaan pada Nusantara CSR Award 2015. 




    Nah, untuk yang penasaran, simak yang berikut ini :



    Beberapa tujuan dari SSP sebagai berikut :
    • Membantu ketersediaan barang di kalangan pedagang mikro, kecil dan menengah
    • Memberikan harga terbaik untuk kalangan pedagang mikro, kecil dan menengah dengan keuntungan yang wajar
    • Membantu pedagang mikro, kecil dan menengah supaya mampu bersaing dengan ritel lain
    • Meningkatkan Corporate Image Alfamart dan Principle sebagai perusahaan yang peduli pada lingkungannya, terutama pada kelangsungan usaha dan pengembangan pedagang mikro, kecil dan menengah
    • Mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah  

    Terus, apa aja sih manfaatnya kalau kita bersinergi lewat program SSP ini? 

    Ini dia manfaat yang bisa diperoleh wirausahawan mikro, kecil, dan menengah alias pelaku UMKM :
    • Kemudahan mendapatkan barang
    • Mendapatkan harga beli yang dapat dijual kembali kepada konsumen, dengan keuntungan yang wajar
    • Hemat waktu, karena toko SSP jaraknya dekat dengan lokasi pedagang kecil
    • Untuk pedagang kecil dimungkinkan mendapatkan program dress up atau perbaikan tampilan tempat berjualan yang sudah ada
    • Mendapat tambahan pengetahuan dalam mengelola usaha retail
    • Transaksi yang mudah secara tunai dan tempo (Toko Modal)
    • Mengembangkan pengelolaan toko yang berorientasi pada ritel modern
    Bisa dilihat nih jannati, untuk milestone SSP ternyata sudah tak diragukan lagi.


    Terus, Gimana Caranya Bisa Bersinergi dengan Menjadi Mitra SSP? 
    Ternyata, ada beberpa jenis member SSP, seperti ini :



    Dan, ga perlu kuatir, kalau misal bingung atau perlu konsultasi dengan pihak Alfamart, sudah ada armada yang dinamakan MRO (Member Relation Officer), yang sigap selalu membantu para mitra Alfamart, khususnya di program SSP. 



    Dan meskipun SSP ini berbasis toko offline, tapi tetap dalam pengelolaannya berbasis online untuk mempermudah ya, jannati. Contoh aplikasi yang disebut dengan Aplikasi Mobile Android (AMA) seperti ini untuk tampilannya, dan memiliki dua jenis.





    Dan, kabarnya AMA OBA punya beberapa keunggulan, diantaranya :


    Lalu, gimana prosedur pendaftaran member nya?
    Tenang, ini dia alur pendaftarannya dan juga beberapa jenis transaksinya.








    Sudah cukup jelas, kan? Penasaran seperti apa contoh transformasi toko tradisional milik masyarakat yang sudah bersinergi lewat program SSP ini?



    Dan untuk menjadi Toko Mitra Alfamart (TMA) yang berdiri secara fisik, ada nilai investasi yang cukup murah bagi sebuah modal usaha dibandingkan dengan berinvestasi dengan brand Alfamart secara franchise yang nilainya hampir mendekati 1 M. Mau tahu?



    Akhirnya, lengkap sudah pengetahuan tentang Alfamart untk program SSP, gimana jadi punya insight baru kan soal bisnis? Kalau misal mau cari inspirasi lainnya, boleh tengok, mampir, dan baca tulisan reportase temen-temen blogger lainnya ya, karena masih ada Alfamind yang berbasis toko virtual, dan juga ada juga inspirasi Do it yourself ala ala decoupage dari Mbak Effi yang merupakan koordinator Bank Sampah di Kampoeng Recycle Jember. Cuzz..







    Buat yang belum sempat hadir, tapi penasaran sama rangkaian acaranya, boleh simak video yang dibuat TJI ini ya 😉  Terimakasih sudah membaca sampai akhir.




    - Wassalam, TJI -


  • GET A FREE QUOTE NOW

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

    Alamat

    Jember, Jawa Timur, Indonesia

    Email

    thejannah.ins@gmail.comm
    prita.hw@gmail.com

    Mobile

    +6285 33 1470 887