The Jannah Institute

We help you to do 3 main points

Selamat datang di The Jannah Institute

The Jannah Institute merupakan sebuah knowledge center yang berfokus pada tiga ranah, diantaranya writing services (jasa kepenulisan), workshop provider (penyedia pelatihan), dan literacy consultant (konsultan di bidang literasi) .
The Jannah Institute muncul sebagai wadah berbagi pengetahuan sehingga bisa melayani lebih banyak segmen masyarakat yang membutuhkan wawasan di tiga bidang tersebut. Selain, lebih jauh, melahirkan generasi yang mampu bersaing dan menjadi berdaya dengan totalitas dalam kemampuan yang dimilikinya.

  • Jember, Jawa Timur, Indonesia
  • +6285 33 1470 887
  • thejannah.ins@gmail.com
  • www.thejannahinstitute.com
Me

Our Professional Skills

Writing services, workshop provider, literacy consultant

Writing services 80%
Workshop provider 95%
Literacy consultant 75%

Writing Services

Jasa kepenulisan profesional untuk kebutuhan artikel lepas, artikel websites dan blog (content writing), buku (editing, story teller)

Travel Wri(ting)-Pho(tography) Workshop

One day workshop yang khusus mengulas penulisan perjalanan sekaligus melengkapinya dengan foto perjalanan

Freelance Writing Workshop

One day workshop yang khusus mengulas genre penulisan freelance dan tips-tips menuju dunia penulisan freelance

Exclusive Blogging Class

Kelas eksklusif khusus persiapan menjadi seorang blogger profesional. Didesain dengan pendampingan selama 3 bulan

Public Speaking Class

Kelas berbicara di depan umum yang didesain dengan pendampingan selama 2-2,5 bulan untuk anak-anak, remaja, dan umum

Fun Writing Class

Kelas menulis yang didesain dengan pendampingan selama 2-2,5 bulan untuk anak-anak dan remaja

0
completed project
0
design award
0
facebook like
0
current projects
  • Gelaran Kedua Alfamart Jember x The Jannah Institute, Eh Ada Alfamind!

    Inspirasi Bisnis dari Alfamart, Mayar Shopping, dan The Jannah Institute untuk Perempuan Jember 19


    Assalamu'alaikum Jannati.

    Setelah event perdana dengan Alfamart Jember pada Tiga Perempuan Berbagi di Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Khusus Perempuan Gelaran Alfamart Jember dan The Jannah Institute , pada 9 Agustus 2018 yang lalu di Faradisa Cafe & Resto, The Jannah Institute kembali digandeng untuk mengadakan event kedua. Seseru apa?

    Ada sesuatu yang baru di gelaran kedua ini. Kalau di gelaran perdana, semua yang berbagi adalah perempuan. Di momen kemerdekaan ini, ada sesosok laki-laki yang muncul di jajaran narasumber. Siapa itu? Ada Pak Bagus Alfian yang berbagi tentang digital business yang dinamakan Alfamind.

    Dan, dua narasumber lainnya. Masih ada Mbak Dwi Uji dari Mayar Shopping yang memandu membuat frame dari bahan dasar karton dan daun bambu muda. Selain itu, masih ada Kak Prita HW, founder TJI yang berbagi tentang Tips Ampuh Promosi Soft Selling di Blog dan Medsos, serta Bu Vina dari Divisi Merchandising. 

     Nah, kali ini, TJI mau sharing tentang Alfamind ini ya.  

    Apa itu Alfamind? Alfamind merupakan jaringan toko ritel virtual 3D pertama di Indonesia berbasiskan aplikasi smartphone android

    Inspirasi Bisnis dari Alfamart, Mayar Shopping, dan The Jannah Institute untuk Perempuan Jember


    Nah, kalau Jannati ingin tahu lebih jelas tentang apa dan bagaimana platform Alfamind, dan apa saja syarat untuk menjadi supplier atau store owner, langsung saja untuk menyimak liputan kece dari mentor, para alumni Exclusive Blogging Class batch 2, dan temen-temen Blogger Jember Sueger berikut ini :

  • Tiga Perempuan Berbagi di Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Khusus Perempuan Gelaran Alfamart Jember dan The Jannah Institute



    Perempuan, sesosok makhluk mulia karena perannya sebagai istri dan ibu. Siapa yang tak tahu peranan ibu? Di tangannya lah, semua urusan rumah tangga dan pendidikan anak diserahkan. Tak heran, Allah menganugerahkan kemampuan multi talenta pada seorang perempuan karena amanah yang telah digariskan. Ibu yang bisa mengemban amanah ini tentu mestilah ibu yang cerdas, dan selalu beraktualisasi diri. Karena itulah, dalam Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat kali ini, Alfamart Jember bekerjasama dengan The Jannah Institue (TJI) mengkhususkannya untuk perempuan, seorang ibu ataulah calon ibu boleh turut serta di dalamnya.

    Dari perbincangan dengan Pak Syafi'i, corporate communication Alfamart Jember, kemudian TJI menggandeng komunitas perempuan Jember yang diberi tajuk Bidadari Jember. Meski Bidadari Jember sendiri baru dibentuk dalam suatu wadah WAG (Whats App Group) oleh founder nya, Ratna Dias, pada April 2018, ternyata tak sulit untuk menarik animo 30 orang peempuan untuk mengikuti pelatihan ini. Termasuk di dalamnya, 10 orang blogger yang merupakan anggota Bidadari Jember sekaligus peserta belajar di Exclusive Blogging Class TJI batch 1 yang akan lulus awal bulan depan 😉

    Jadilah, pada Kamis, 19 April yang lalu, pelatihan diadakan di suatu tempat yang homey dan cozy serta memiliki konsep yang sangat perempuan saking manisnya. Rumpi rumpi Home & Bistro namanya, berlokasi di Jalan Tidar 21.

    Mbak Ratna Dias sedang menyambut peserta. Dok. www.martabakbunder.com

    Pak Yosia, Branch Manager Alfamart sedang memberikan sambutannya. Dok. www.martabakbunder.com

    Dimulai pada pukul 09.00, pagi yang cerah itu dibuka dengan salam dan sepatah dua patah kata oleh Mbak Ratna Dias. Ia pun turut menjelaskan ihwal berdirinya Bidadari Jember, yang tak lain ingin mewadahi para perempuan hebat di Jember. Tapi, meskipun memiliki trademark sebagai perempuan hebat, tak serta merta membuat para perempuan lupa diri dengan kodratnya yaitu sebagai istri dan ibu. Itulah kira-kira visi yang ingin disampaikan komunitas ini.Kemudian acara berlanjut, dengan sambutan dari Pak Yosia Andika selaku Branch Manager Alfamart Jember yang baru dipindahtugaskan beberapa bulan. Menurut bapak yang ternyata asli Lumajang ini, Alfamart mengadakan pelatihan ini sebagai bentuk rasa ingin dekatnya dengan masyarakat dan memberikan value yang lebih lagi agar tetap diingat. 

    Tiga Perempuan Berbagi


    Hari itu, menurut jadwal yang diharuskan selesai pada jam 12.00, ada tiga perempuan dengan latar belakang yang berbeda yang diberi kesempatan untuk berbagi.

    Perempuan pertama datang jauh-jauh dari sudut kota Jember, yaitu Balung. Meski awalnya mbak yang akrab dipanggil Dewi Uji itu ragu-ragu ketika diminta TJI untuk menjadi pemateri 1 karena memiliki bayi 10 bulan, alhamdulillah akhirnya Mbak Dewi dimudahkan Allah untuk hadir. Mbak yang sehari-harinya berjibaku menjalankan bisnis souvenir dan undangan unik dari bahan alami ini memiliki brand bernama Mayar Shopping. Dibantu suami dan di sela-sela mengurus anaknya, siapa sangka Mayar Shopping yang awalnya iseng menerima pesanan ala kadarnya itu, kini sudah bisa memenuhi permintaan pasar hingga sampai ke Papua.





    Meski mengaku deg-degan karena ini pengalaman pertamanya berbagi, Mbak Dewi bisa sangat lancar menjelaskan success story nya dan berbagi step by step membuat blocknote ber-cover serbuk kayu yang digergaji kepada para peserta. Ia mengaku memperoleh serbuk kayu itu dari pengrajin kayu yang ia datangi. Kadang idenya juga datang dari mana saja. Pernah dari daun kering, biji karet, dan sebagainya. Dan, semuanya dilakukan handmade. Luar biasa ketelatenannya. Para peserta antusias sekali menelisik lebih jauh kiprah Mbak Dewi, termasuk saat praktek mengelem serbuk kayu pada kertas karton coklat yang dijadikan cover dengan lem putih yang sudah dipersiapkan. Yang juga berkesan, Mayar Shopping sudah menyiapkan block note yang hanya perlu disatukan pengait tali penyatunya. Cantik sekali.  

    Perempuan kedua, siapa lagi kalau bukan founder The Jannah Institute, Prita HW, yang berbagi sebagai pelengkap materi Mbak Dewi Uji. "Banyak orang bisa memproduksi sesuatu, tapi ga banyak orang tahu cara memasarkannya, minimal melalui media online Instagram sesuai kekiniannya", ungkapnya di awal sesi.

    Instagram menurut Prita adalah album foto kekinian untuk brand awareness dan membangun engagement. Setujukah, Jannati? 😀 Sehingga, judul materi kedua adalah "Menulis Caption Menarik untuk Medsos", khususnya Instagram. Kenapa penting? Karena bagi seorang pebisnis, menjadi seorang content creator itu adalah keharusan dan untuk menjadi content creator yang berkualitas diperlukan konsep. Tujuannya jelas untuk brand awareness dan membangun engagement, serta me-manage audience. Bukan, sekedar posting dengan foto dan caption ala kadarnya. A big no! 
     


    Beda dengan pedagang yang minim konsep, rata-rata tidak memikirkan brand. Tak heran bila official account Instagramnya yang penting upload foto, caption langsung menuju ke deskripsi produk dan harga serta nomor yang bisa dihubungi untuk pemesanan. Selesai. 

    Sebelum menuju caption, Prita yang hari itu mengenakan gamis hitam dan kerudung bermotif hijau ini juga memberi saran, seharusnya feed Instagram memiliki konsep feed yang serasi, semisal warna tone foto atau desain, konsep postingan 3 barisnya bercerita tentang benang merah yang sama, atau foto yang serupa, bahkan postingan sebuah foto atau desain yang dibagi beberapa frame. Ada beberapa contoh yang bisa disimak seperti @hijabalila, @seblakabah, @greenhillhotel, dan tak lupa @thejannahinstitute 😊



    Lalu, bagaimana supaya paling tidak, mompreneur yang hadir sebagai peserta hari itu bisa menulis caption yang menarik. Ada beberapa hal menurut Prita, yaitu : 
    • Pikirkan konsep - ide dasar pesannya apa
    • Usahakan soft selling - balut dengan aktivitas sehari-hari
    • Menggambarkan image - paling tidak, ada benang merah antara image dan caption
    • Pakai bahasa sehari-hari - hindari serius dan baku, tunjukkan ciri khas
    • Call to action - ada kata-kata interaktif berupa pertanyaan atau ajakan yang membuat orang berinteraksi
    Sudah ada gambaran? Hm, Prita mencontohkan beberapa. Mungkin ini salah satunya, postingan yang saat itu memang sponsored post bersama Alfamart (biar pas) 😄


    Hola, Sabtu di hari kedua #longweekend ini lagi ngapain? Kalo saya mau bikin rumah bersih dan wangi dulu yak^^ • • • PS. Siang yang panas, akhirnya 'ndeprok' menikmati angin di teras sambil masih heran sama belanjaan di @alfamart ini. Lah kenapa? Baru inget kalo hari ini hari terakhir promo #HomeCareAlfamart , jd mayan ngos2an nih di tengah berjibaku beres2 kelar pindahan, sempetin belanja dulu. Selain krn belanja produk sponsor seperti Attack, SOS, Bayclin, Mama lemon, dll senilai 60rb yg memang lagi saya butuhin, suka bgt sama kemudahan bisa nebus murah minyak Tropical/Bimoli/Filma 1 L atau Gulaku pouch atau tisu wajah cuma sama receh 500 an! Yey! Masih ada waktu yg mau nyusul, saya mau cuz bersih2, selain mau minum es teh manis pake gulaku gopek, hehe.. O ya, happy Saturday all! #flatlays #handsinframe #happysaturday #happyweekend
    A post shared by Prita hw (@pritahw) on



    Tak lama, Prita pun mengajak peserta untuk bereksperimen lewat posting sesuatu di Instagram tentang acara yang sedang berlangsung. Boleh kepoin hashtag nya ya, #AlfamartxTJI.

    Perempuan ketiga merupakan perwakilan dari pihak Alfamart Jember.  Adalah Bu Vina, manager Departemen Merchandising yang hari itu menjelaskan tentang seluk beluk bagaimana suatu produk diterima ritel, khususnya Alfamart.

    Sesi ini ternyata banyak mengundang pertanyaan. Maklum, ini selain menjadi pengetahuan baru juga bisa jadi "jalan" baru bagi setiap usaha yang ingin menambah channel pemasarannya. Tentu, kesempatan ini tak disia-siakan.Meski memang, pastinya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, seperti pemaparan Bu Vina berikut ini :




    Produk UMKM yang bisa masuk Alfamart ternyata tak melulu snack, handycraft pun bisa masuk pasar Alfamart meskipun sifatnya sangat customized, artinya tidak di semua toko ada. Produk yang sesuai akan masuk di toko yang sesuai pula, misalkan handycraft akan potensial ketika masuk di toko khusus pula, semisal yang berlokasi di stasiun atau bandara. Ada pula produk makanan yang juga customized karena kekhususannya, misalkan kue basah dan nasi bungkus di toko pelabuhan Banyuwangi, yang saat ini juga masih terus mencari supplier. Kalau Jannati ada sanak saudara atau kerabat, boleh diinfokan nih 😊

    Contoh lain yang ditambahkan Pak Yosia adalah pengalamannya di Palembang dimana kerupuk kemplang yang merupakan makanan ringan khasnya juga menjadi primadona saat dijual di toko Alfamart Palembang. Begitu pula produk Karuhun dan Maicih di Bandung yang sempat kebanjiran order setelah masuk di toko Alfamart dan sempat diterima pasar nasional. Artinya, tak hanya beredar di Bandung saja.

     


    Saat menanggapi berbagai pertanyaan yang masuk, salah satunya yang paling ditunggu adalah tentang bagaimana proses pembayarannya, dengan sigap Bu Vina dan Pak Yosia membantu dengan jawaban : "Semua produk akan disesuaikan dengan sifatnya. Misal ada yang long lasting, ada juga yang ga bisa. Jadi ada MoU masing-masing.". 

    Wah, jadi lengkap bin jelas ya Jannati? Kira-kira apa di Jember ini ada produk khas yang bisa masuk pasar Alfamart, silakan dicoba ya.

    Tak terasa, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 dan saatnya makan siang. Sebelum tersaji di atas meja, ternyata da proses cleaning area dulu. Loh kok? Hehe, ini karena makanan yang Alfamart dan TJI pesan sangat spesial, yaitu menu liwetan di atas daun pisang. Karena itu, meja yang sudah tertata liwetanlah yang harus dibawa masuk dan ditukar 😊 Sambil menunggu proses itu, tak lupa sesi foto-foto untuk mengabadikan momen dengan para bidadari. Setelahnya, alhamdulillah ada doorprize spesial dari Alfamart Jember untuk 5 orang, juga voucher discount untuk mengikuti Public Speaking for Moms dari TJI. Tak ketinggalan mug cantik dari Bidadari Jember dan Lapak The Jannah. Lengkap pisan! Semuanya dipilih dari postingan dengan foto dan caption terbaik dan juga tercepat. Dan juga penanya terbaik.


    Wajah ceria penerima doorprize, selamat ya1 Semoga bermanfaat

    Bidadari Jember, Rubrik Wanita Masa Kini. Jangan lupa follow IG nya : @bidadari.jember


    Apa kabar makan siang? Alhamdulillah sudah tersedia pas kami semua selesai berfoto ria dengan Bidadari Jember, sambil ber-yel-yel ala ala dengan tagline nya, "Rubrik Wanita Masa Kini".

    Dan, inilah penampakan liwetannya. MasyaAllah, menyejukkan mata, dan juga perut yang keroncongan tentunya.

    Ya Allah, luar biasa menggoda selera! Dok. peserta

    Semoga banyak manfaat yang didapat dari terselenggaranya acara ini. Semoga banyak inspirasi yang bisa diambil. Tentu kembali pada esensi penciptaan perempuan, bukan untuk menuntut emansipasi agar setara dengan laki-laki sebagai penggerak ekonomi. Tapi, lebih kepada aktualisasi diri supaya bisa mewadahi passion, mendapat inspirasi untuk menyelami dunia kreativitas yang bisa digunakan bahan permainan dengan anak-anak, dan bonusnya, atau kami menyebutnya, efek sampingnya adalah materi. Siapa tahu ternyata pak suami malah kepincut untuk menjalankan usahanya berdua sebagai couplepreneur seperti Mbak Dewi Uji dan suami dengan Mayar Shopping. Juga seperti Kak Prita HW dan suami di TJI dan Lapak The Jannah. Ah, semoga! Sampai bertemua di event kece berikutnya, Jannati 💜

    Mau baca reportase kece lainnya, silakan mampir ke tulisan para alumni Exclusive Blogging Class TJI batch 1 berikut ini :



    -Wassalam, TJI-


  • Parenting Qur'ani : Mendidik Anak dengan Bahagia


    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia

    Parenting Qur'ani : Mendidik Anak dengan Bahagia - Parenting atau pola pengasuhan anak saat ini lagi happening dibahas dimana-mana. Banyak grup-grup bermunculan, baik di berbagai media sosial, hingga di chat messenger paling laris abad ini : Whats App. Jumat, 30 Maret lalu, The Jannah Institute (TJI) alhamdulillah diberi kesempatan untuk bergabung dan menyimak materi Kul WA yang khusus membahas tentang Parenting Qur’ani secara berkala hingga akhir April nanti yang diselenggarakan oleh Info Muslimah Jember (IMJ). Karena TJI juga fokus dengan pendidikan karakter anak-anak, salah satunya lewat program Public Speaking for Kids, tak ada salahnya, materi parenting yang sangat bermanfaat ini ikut TJI bagikan disini ya.

    Materi yang disampaikan oleh Ustadzah Gadinia Bunga yang memiliki 3 putra dengan berbagai karakter dan insyaallah dalam hitungan bulan akan segera bertambah genap dengan kehadiran buah hati keempat ini sangat membuka mata hati para ibu dimanapun berada. Tak dipungkiri, saat anak-anak masih kecil, tugas merawat serta pengasuhan yang komplit kerap menjadi satu tantangan tersendiri. Karena itu, muncul berbagai pertanyaan, termasuk. Bagaimana caranya mendidik anak dengan bahagia ? Ini bocorannya.

    Memiliki anak adalah sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan yang telah menikah. Setelah memiliki bayi mungil dan lucu, kebahagiaan keluarga kecil tentu semakin bertambah. Tetapi akankah kebahagiaan ini akan terus terasa hingga mereka bertambah besar?
    Sebelum menjawab pertanyaan itu, ada baiknya untuk kita tahu, apa hakikat keberadaan anak diciptakan Allah di tengah-tengah sebuah keluarga. Diantaranya :

    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia

    • Anak sebagai harapan karena anak adalah rizqi bagi orang tuanya. Sehingga kelahiran anak merupakan salah satu harapan pasangan yang sudah menikah.
    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia

    • Anak sebagai penyenang hati, karena melihat kelucuan mereka, perilaku mereka, bahkan hanya dengan melihat wajah polos mereka akan membuat orang tua merasa senang, bahkan selelah apapun orang tua ketika melihat wajah anak2nya membuat rasa lelah itu.

    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia

    • Selain itu anak adalah salah satu harapan orang tua, sebagai penyelamat di akhirat. Tetapi yang perlu ditekankan disini adalah Anak Sholih/ah lah yg akan menjadi harapan orang tua di akhirat kelak.
    Faktanya tidak sedikit orang tua yang merasa tak lagi bahagia ketika mendidik anak-anak mereka.
    Bahkan salah satu survei yang paling hits yang pernah dilakukan adalah Survei Gallup yang diadakan terhadap 60.000 perempuan pada tahun 2012 lalu.

    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia


    Survei tersebut menjadi terkenal, karena isinya yang mengejutkan. Menurut survei tersebut, secara rata-rata, ibu rumah tangga lebih rentan stres (yaitu ibu tak bekerja yang punya anak < 18 tahun) mengalami tingkat rasa sedih, stres, marah, serta depresi lebih tinggi dibandingkan perempuan bekerja.

    Dari hasil survei Gallup di atas, menunjukkan bahwa orang tua bekerja tingkat stressnya lebih rendah dibandingkan full mom (Ibu Rumah Tangga).

    Mengapa hal itu bisa terjadi? tidak lain karena cara pandang seorang ibu tentang makna bahagia.

    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia


    Apakah makna bahagia menurut kita adalah ketika bisa memberikan kasih sayang berupa materi? membelikan mainan yang mahal dan brand terkenal, atau bisa memenuhi semua keinginan buah hati kita?

    Jika jawabannya iya, maka suatu yang wajar ketika melihat hasil survei Gallup di atas. Seorang ibu yang bekerja di luar rumah lebih bahagia dan tingkat stres nya lebih rendah dibandingkan dengan full mom.

    Ataukah kita mempunyai pemahaman bahwa makna bahagia adalah ketika apa yang kita lakukan mendapatkan ridho Allah SWT?

    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia


    Kenapa Ibu rumah tangga merasa lebih stress?

    Bisa jadi karena mempunyai standar kebahagiaan berupa materi, sehingga ketika harus mengurus anak membuat para ibu menjadi jenuh dalam mendidik anak

    Kenapa demikian? Karena ibu merasa mendidik anak itu tidak menghasilkan. Bandingkan dengan bekerja. Dengan bekerja, ibu bisa mendapatkan uang, banyak kenalan, jalan-jalan, dan lain-lain.
    Lalu, apa alasan untuk bahagia? 
    Karena ibu mengetahui ketika mendidik anak dengan mengharap ridho Allah, akan menjadi investasi kehidupan di akhirat. Dan, kenapa berpikir untuk investasi akhirat? Karena ibu sadar bahwa kehidupan di dunia itu hanya senda gurau belaka, sedangkan kehidupan di akhirat itu lebih baik daripada kehidupan di dunia.

    Oleh karena itu, maka sebagai ibu harus memahami bagaimana Islam memuliakan ibu, bahkan Rasulullah SAW meninggikan derajat Ibu 3 tingkat dibandingkan ayah. 

    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia

    Selain itu, ketika seorang anak berbakti pada ibu, akan menghapuskan dosa. Seperti sebuah hadits :

    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia

    Dan satu lagi kemuliaan seorang ibu bahwa do'anya akan dikabulkan oleh Allah. Karena begitu mulianya menjadi seorang ibu. Sehingga ketika seorang ibu memahami ini semua, tidak akan lagi merasa bahwa menjadi full mom adalah sesuatu yang sangat membosankan dan membuat tingkat stress menjadi tinggi.

    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia

    Apa Tujuan Mendidik Anak?


    Yang pertama, memahami bahwa tujuan mendidik anak adalah menjadikan mereka sebagai hamba Allah yang taat, tunduk, dan patuh hanya kepada Allah. Mendidik anak tidak hanya berupaya untuk menjadikan mereka anak yang berprestasi dalam kehidupan dunia saja.

    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia


    Yang kedua, membentuk anak-anak menjadi calon pemimpin kaliber dunia, yaitu dengan memahami potensi anak yang telah Allah berikan. Apa saja?

    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia


    1. Potensi akal
    Allah memberikan akal pada manusia agar bisa membedakan mana yang baik dan mana  yang benar.

    2. Kebutuhan jasmani
    Kebutuhan yang rangsangannya berasal dari dalam tubuh, dan wajib untuk dipenuhi. Karena jika tidak akan menimbulkan kematian. Contoh : makan, minum, istirahat, dan lain-lain.

    3. Kebutuhan Naluri
    Kebutuhan yang rangsangannya dari luar, dan tidak harus dipenuhi, karena tidak akan menimbulkan kematian jika tak terpenuhi, seperti : 

    a. Naluri Tadayyun : kecenderungan dalam beragama
    b. Naluri Nau' : kecenderungan untuk memberikan kasih sayang, dan melestarikan keturunan
    c. Naluri Baqo': kecenderungan untuk mempertahankan diri, atau menunjukkan eksistensi diri

    Dengan memahami potensi anak, maka ibu akan bisa memenuhi kebutuhannya sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Contoh : ibu bisa membedakan tangisan anak karena lapar, haus, takut, ingin diperhatikan, atau karena merasa dirinya tidak dipedulikan, karena penanganannya akan berbeda. Dan, kita juga harus memahami bagaimana tahapan usia anak, sehingga penyelesaian terhadap masalah akan tepat.

    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia


    Ada banyak versi, namun itulah yang paling esensi.

    Namun, ingat pada setiap fasenya, perlakuan orangtua tidak boleh sama. Alih-alih anak menjadi generasi pejuang, ketika salah/tidak tepat memberi perlakuan saat mendidik, anak malah jadi antipati terhadap perjuangan.

    Di fase pra tamyiz, misalnya, dimana anak-anak sedang membutuhkan full perhatian dan kasih sayang, maka tidak tepat jika orangtua mendidik anak dengan keras dan menekan. Jika ini dilakukan, maka hati anak akan menjauh dari orangtuanya.

    Untuk panduan ini, berdasar nasihat bijak dari Sahabat Ali -karramahullahu wajhah - : 
    "Perlakukan anakmu dengan penuh kasih sayang di 7 tahun pertama, sebagai prajurit di 7 tahun ke dua, dan perlakukan sebagai sahabat setelahnya"

    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia

    Untuk fase-fase mendidik anak di 7 tahun pertama, bisa lebih rinci lagi dalam penjelasan  sebagai berikut :
    • Biasakan anak kita talqin kalimah tauhid. Hal ini bisa dilakukan bahkan sejak dalam kandungan. Sehingga anak terbiasa mendengar kalimah thayyibah
    • Biasakan menceritakan Allah adalah Rabb mereka.
    • Biasakan membacakan, mengisahkan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Kisah akan membuat pikiran mereka berkembang
    • Aajarkan Al-Qur'an (bukan mengajarkan hurufnya), tapi membiasakan memperdengarkan atau
      menghafalkan Al-Qur'an bersama
    • Mengenalkan beberapa macam ibadah dan tata caranya (baru mengenalkan loh ya)
    Terkait poin mengenalkan ibadah, di usia 7 tahun pertama (pra tamyiz), orangtua bisa mulai membimbing anak mengerjakan sholat, dimulai ketika anak sudah bisa membedakan tangan kanan dan kiri (HR. Thabrani dari Abdullah bin Habib).

    Dan sebelum usia 7 tahun, tidak boleh orang tua memaksakan anak untuk shalat. Karena perintah shalat baru ditekankan oleh Baginda di usia 7 (usia tamyiz). Jadi sebelum usia ini, targetnya adalah melatih, dan menumbuhkan kecintaan. Esensi dari shalat untuk apa, dan sebagainya harus diulang-ulang di usia pra tamyiz. Sehingga ketika tamyiz sudah tidak terlalu berat untuk melaksanakan shalat. Dan saat usia baligh, sudah ringan mengerjakannya. Shalat adalah salah satu contoh saja yang digambarkan disini.

    Jadi jangan sampai, anak usia pra tamyiz, tapi mereka sudah "diseret-seret" orangtuanya untuk menunaikan ibadah, padahal belum ada taklif kepadanya. Dan orangtua memarahinya saat si anak tidak melaksanakan "kewajiban" tersebut. Akhirnya yang terjadi, anak jadi malas, terlebih ortu tidak clear menyampaikan filosofi, dan sebagainya.

    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia

    Ada salah satu contoh kasus yang terjadi terkait hal itu. Ada anak (perempuan), yang saat usia baligh menyampaikan begini "ana bosan pake kerudung. Dari balita, aku udah disuruh-suruh menutup aurat sama umiku. Pingin banget sekali-kali aku buka kerudungnya ah". Ini kisah nyata.
    Masih tentang shalat, baginda Rasulullah saja memberikan tahapan pengajaran agar anak mencintai shalat, yaitu :
    • Periode pengkondisian. Melibatkan anak sholat -- pra mumayyiz (batasan : saat anak bisa membedakan tangan kanan dan kiri)
    • Periode pengajaran shalat. Mengajarkan rukun, kewajiban dalam shalat, apa saja yang
      membatalkan shalat. Ini usia tamyiz, atau usia 7 tahun awal periode pengajarannya (HR. Abu
      Dawud dari Sibrah bin Ma'bad)
    • Baginda Rasulullah SAW, memberi waktu 3 tahun untuk kita menggembleng anak-anak sampai shalat mereka sempurna. Dimana, jika usia mereka telah menginjak 10 tahun, maka boleh memukulnya jika mereka tidak mau shalat. Tentu ukuran usia ini, bisa jadi berkurang, jika di usia sebelum 10 tahun, anak kita telah baligh.

    Secara biologis, fase pertumbuhan seorang manusia telah digambarkan oleh Allah di dalam Al-Qur'an, yaitu dalam surat Al-Mu’min ayat 67 : 

    “Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahaminya.” 

    Dari penjelasan ayat di ata,s bahwa proses kejadian individu mengalami tahapan dan dinamika sejak dalam kandungan hingga lahir. Seorang individu tumbuh menjadi anak, dewasa, tua. Dan Al-Qur'an menegaskan bahwa ada yang diwafatkan sebelum seorang individu berubah kepada fase perkembangan selanjutnya. Namun, inti dari ayat ini adalah bahwa seorang manusia, pasti mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan.

    Jika kita membahas fase pertumbuhan di masa kanak-kanak hingga baligh, maka Islam telah menetapkan masa kanak-kanak ini menjadi beberapa fase :

    parenting qurani : mendidik anak dengan bahagia
    • Masa bayi (0 hingga 2 tahun)
    • Masa anak-anak (2-7 tahun atau disebut dengan fase thufulah)
    • Masa Tamyiz (7-10 tahun)
    • Masa Amrad (10-15 tahun)
    • Masa Taklif (15-18 tahun) --- dewasa
    Ini gambaran umumnya. Usia tidak bisa menjadi patokan. Karena sekarang banyak yang mengalami fase baligh di usia 10-15. Jika diringkas lagi, fase perkembangan anak itu ada :
    • Fase pra tamyiz
    • Fase tamyiz
    • Fase baligh

    Akhirnya

    Kita harus menyadari bahwa tujuan kita diciptakan di dunia adalah untuk menyempurnakan penghambaan pada Allah SWT. Termasuk saat kita mendidik anak untuk menjadi jiwa-jiwa yang sholih dan menjadi ummat terbaik.

    Dan, mendidik anak secara Islam tentu berat jika dilakukan sendiri. Sebagai seorang ibu, tentu kita harus ber-partner dengan ayah seagai satu kesatuan tim. Dan, dibutuhkan pula teman dan komunitas yang punya visi sama untuk mewujudkan generasi qur'ani yang sukses di dunia membela agamanya sebagai bekal di akhirat nanti.

    Semoga sharing yang TJI dapat dari kul WA Parenting Qur'ani ini bisa bermanfaat ya, dan semakin membuat para ibu semangat untuk mendidik anak dengan bahagia menurut versi Allah, semata-mata karena mengharap ridho-Nya. Tunggu ya sharing Parenting Qur'ani lainnya. Selamat mendidik anak dengan bahagia.


    -Wassalam, TJI-
  • Belajar Dunia Kepenulisan Lepas di Freelance Writing Workshop Jember bersama The Jannah Institute




    Imam Al Ghazali pernah berkata : “Jika kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah.” Tentu seberapa banyak anak-anak raja dan ulama besar tidak akan lebih banyak dari mereka yang bukan siapa-siapa, lagipula tidak semua anak raja dan ulama besar akan mau dan bisa menulis.

    Sebagian pemuda dan pemudi yang berkumpul di NOG Resto, Perum Gunung Batu C2 Jember ini pun menyadari bahwa menulis adalah sesuatu yang penting untuk hidup mereka. Mereka adalah sebagian orang yang sadar bahwa ketika seseorang mati, maka karyalah yang tidak akan ikut mati.

    Tepatnya pada hari Minggu, 1 Oktober 2017, di bawah payung The Jannah Institute terlaksana Workshop Freelance Writing oleh sang founder, Prita HW yang membahas bagaimana cara terjun ke dunia freelance writing atau disebut juga kepenulisan lepas, termasuk juga bagaimana menjadi seorang blogger profesional seperti yang dilakoninya, termasuk membuat tulisan dengan kriteria layak publish dan potensi-potensi bagi seorang yang menekuni fulltime job atau part time job sebagai freelance writer.

    Selengkapnya baca di lokalkarya.com (ditulis oleh Helmiyatul Hidayati) 


    -Wassalam, TJI-
  • Semangat Writing for Change dari Freelance Writing Workshop Jember


     
    Writing for Change. Begitu kiranya semangat yang ingin disematkan Prita HW pada 26 peserta Freelance Writing Workshop Jember. Workshop yang digagas The Jannah Institute ini dikemas fun dan warm, bahasa Islaminya : berasa banget suasana ukhuwahnya.

    Bertempat di NOG Resto, Prita HW sebagai founder The Jannah Institute menularkan ilmu dan pengalamannya selama belasan tahun menekuni dunia tulis-menulis. Mulai ragam freelance writing seperti book writing, content writing, citizen journalism, travel writing, hingga professional blogger. 

    Blogger yang sedang menunggu kelahiran sulungnya ini juga mengupas fakta-fakta menarik seputar ragam dan profesi seorang freelance writer, sampai rate yang kadang menjadi "rahasia dapur". Sesi yang mungkin paling berkesan bagi peserta adalah saat semua peserta diminta membuat kelompok dan berdiskusi memecahkan soal tantangan menulis sesuai permintaan klien. Disini peserta bisa mengaplikasikan materi yang sudah didapat, sekaligus langsung dikoreksi suhunya. Jadi lebih ngena dan semakin faham.

    Dan di awal acara, sudah ditekankan bahwa acara ini tidak diperuntukkan bagi mereka yang sekedar menambah informasi. Lebih dari itu, diharapkan sepulang dari acara keren ini langsung action. Langsung nulis. Tentang apa saja sesuai passion masing-masing yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun masyarakat. 



    Peserta yang hadir rata-rata bukanlah newbie di bidang literasi. Ada para blogger, youtuber, dosen sastra hingga penulis yang sudah berhasil menerbitkan novel, antologi puisi, antologi cerpen, dan lain-lain. Sebagian besar sudah akrab dengan literasi dan aktif menghidupkannya di tengah-tengah masyarakat. Beberapa peserta dari Banyuwangi menggagas rumah baca yang aktif dan produktif. Dan salah satu pesertanya mimin sekaligus redaktur Info Muslimah Jember, media yang aktif mengopinikan pemahaman-pemahaman Islam di tengah-tengah muslimah Jember

    Sebagaimana semangat "Writing for Change", harapannya workshop kece ini mampu mencetak writers yang mampu menelorkan tulisan-tulisan yang mampu mempengaruhi dan mengubah paradigma pembaca. Sehingga terbentuk individu-individu dan masyarakat yang cerdas lagi mulia kehidupannya.

    Semoga acara-acara keren dan bermanfaat semacam ini semakin marak di Jember. Agar Jember menjadi lebih baik. Dan semakin banyak putra daerah yang bisa berkontribusi besar untuk perubahan Indonesia bahkan dunia yang lebih baik.


    Sumber : Info Muslimah Jember (ditulis oleh Wardah Abeedah) 


    -Wassalam, TJI-
  • Berburu Senjata Utama Pendukung Kerja, Shopback-in Aja

    Assalamualaikum Jannati.

    Bersemangat rasanya menyambut hari-hari pasca Ramadhan dan Idul Fitri. Apa pasal? Karena di bulan-bulan inilah sebenarnya prime time kita untuk benar-benar menerapkan hasil 'training' sebulan penuh kemarin.

    Ibadah dalam segala hal ya. Termasuk urusan kerja. Karena bekerja juga termasuk ibadah, betul kan?

    Nah, The Jannah Institute (TJI) kan baru banget hijrah domisili nih, dan dalam waktu dekat ini insyaallah sudah mau beraksi di kota yang baru. 

    Karena bergerak di bidang penulisan kreatif, dan juga workshop provider, TJI jadi merasa harus punya 'senjata' yang mumpuni nih, biar bisa saving juga. Mengurangi ongkos sewa berkali-kali untuk kebutuhan yang sudah pasti. Setuju kan?

    Setelah banyak terpengaruh dengan platform belanja online Shopback, yang sudah TJI share sebelumnya, jadilah TJI hunting apa saja peralatan yang kira-kira penting untuk disegerakan. Kalau kita berusaha, insyaallah selalu ada jalan yang terbuka :)

    Dan, ini dia dua barang penting yang jadi pilihan TJI :

    1 Kamera mirrorless

    Kamera ini tentunya jadi impian karena bobotnya yang lebih ringan dari kakaknya terdahulu, si kamera DSLR. Tapi kalau soal performa, tak perlu dikhawatirkan lagi kualitasnya. Pilihannya jatuh pada kamera mirrorless ini.  





    2 Mini projector portable 

    Kalau ini andalan sekali untuk proses workshop. Jadinya tak perlu mengandalkan venue ataupun jasa penyewaan LCD Projector. Dan lebih mini lagi ukurannya :)





    Semuanya tersedia di Tokopedia, e-commerce favorit TJI. Sambil menyelam minum air, tapi insyaallah ga keselek ya :)

    Jadi, buat kalian yang ingin cari barang-barang impian atau kebutuhan sehari-hari bahkan seperti pulsa, token, pesan Grab atau Uber, tiket KA/pesawat, hingga booking hotel, pakai Shopback, biar lebih praktis dan dapat uang kembalian.

    Kalau bingung caranya, langsung lihat artikel sebelumnya ya. Dan jangan lupa untuk langsung cari informasi promo-promo terbarunya di :

    Facebook : ShopBackIndonesia 
    Instagram : @shopbackid
    Twitter : @shopbackid
    Google + : +ShopbackId



    -Wassalam TJI-
  • Literasi Berbelanja Ternyata Juga Perlu

    Assalamu'alaikum Jannati.

    Mungkin sudah terlalu terlambat untuk menyapa semuanya ya. Terlebih untuk mengucapkan mohon maaf lahir batin di hari yang fitri kemarin. Tapi bagi Jannati yang menyimak akun media sosial kami, pasti sudah tahu kan ucapan dari kami? :) 

    http://assets-a1.kompasiana.com/items/album/2017/06/23/saling-memaafkan-jpg-594c954feec6ec4c881be433.jpg?t=o&v=800
    via kompasiana.com
    Soal maaf memaafkan memang tidak terikat hanya oleh waktu semata.

    Kali ini, The Jannah Institute (TJI) akan berbagi tentang fenomena pasca Ramadhan dan lebaran yang baru saja berlalu. Terutama menyangkut soal budget untuk berbelanja kebutuhan harian yang tentu tetap dibutuhkan selama hidup masih di kandung badan :)

    Menyoal tentang literasi dalam berbelanja, dulu TJI sempat ingat saat mendapatkan brosur tentang cara berbelanja yang smart di Perpustakaan Nasional Singapura. Keren sangat. Artinya literasi disana sudah sangat meluas dan masuk pad atahapan 3.0. Artinya, literasi sudah dipahami lebih luas daripada hanya menyoal persoalan membaca dan menulis secara teks saja. 

    Dalam berbelanja, ternyata persolan literasi juga tetap diperlukan.Apalagi dengan banyaknya penipuan online atau olshop yang tidak trusted. Selain soal teknis semacam itu, ternyata berbelanja juga memerlukan a smartest way supaya kita bisa mendapatkan hasil terbaik.

    Hasil terbaik bukan saja tentang barang yang kita dapatkan sesuai dengan kebutuhan yang sedang kita cari, tapi juga tentang cara pelaksanaan dan dampak dari aktivitas belanja tersebut. 

    Dari hasil searching secara maya, saya menukan salah satu cara berbelanja online yang smart. Karena selain aman, terpercaya, juga memberikan teknis pelaksanaan belanja yang mudah. Dan yang terpenting, menguntungkan. 

    Perkenalkan, partner baru TJI dalam berbelanja online, Shopback.








    Shopback bukanlah e-commerce layaknya seperti yang sudah kita kenal. Tapi merupakan suatu start up berbelanja yang menjadi media antara kita dengan e-commerce favorit kita yang jumlahnya buanyak itu. Bahkan, juga ada berbagai pilihan toko online dariluar negeri! 

    Uniknya, setiap kita berbelanja seperti biasa, kita akan mendapatkan cashback dari belanja kita, yang kemudian bisa diakumulasi dan bisa ditarik sewaktu-waktu untuk kemudian dicairkan ke rekening pribadi kita. Itu artinya, kita tidak saja mengeluarkan uang belanja, tapi mendaptkannya kembali.

    Penasaran seperti apa caranya ?

    Ikuti petunjuk berikut ini :




    Jadi, mulai dari sekarang, kita bisa mengalihkan kebutuhan belanja harian ke Shopback, sehingga memungkinkan menabung cashback yang bisa digunakan lagi untuk membeli keperluan lain atau ditabung :)

    Cara pencairannya cukup mudah kok. Setelah berbelanja, cek cashback kita yang akan masuk setelah 48 jam dan akan muncul status TERTUNDA. Setelah itu, status akan berubah menjadi BISA DIKLAIM sekitar 30-60 hari untuk memastikan tidak ada pengembalian atau penukaran barang. 

    Setelah itu, status akan berganti menjadi MINTA PEMBAYARAN asalkan sudah memenuhi saldo minimu untuk ditarik, yaitu Rp. 50.000.  Kalau ada bonus-bonus tambahan, seperti dari program-program berikut, bisa juga ikut ditarik :)




    Kurang lengkap informasi mengenai Shopback, dapatkan info terkini di official media sosial dan web nya ya. Bisa juga download aplikasinya di smartphone kita. Selamat merayakan literasi berbelanja!

    Facebook : ShopBackIndonesia 
    Instagram : @shopbackid
    Twitter : @shopbackid
    Google + : +ShopbackId


    -Wassalam, TJI-

     
     
  • GET A FREE QUOTE NOW

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

    Alamat

    Jember, Jawa Timur, Indonesia

    Email

    thejannah.ins@gmail.comm
    prita.hw@gmail.com

    Mobile

    +6285 33 1470 887