The Jannah Institute

We help you to do 3 main points

Selamat datang di The Jannah Institute

The Jannah Institute merupakan sebuah knowledge center yang berfokus pada tiga ranah, diantaranya writing services (jasa kepenulisan), workshop provider (penyedia pelatihan), dan literacy consultant (konsultan di bidang literasi) .
The Jannah Institute muncul sebagai wadah berbagi pengetahuan sehingga bisa melayani lebih banyak segmen masyarakat yang membutuhkan wawasan di tiga bidang tersebut. Selain, lebih jauh, melahirkan generasi yang mampu bersaing dan menjadi berdaya dengan totalitas dalam kemampuan yang dimilikinya.

  • Jember, Jawa Timur, Indonesia
  • +6285 33 1470 887
  • thejannah.ins@gmail.com
  • www.thejannahinstitute.com
Me

Our Professional Skills

Writing services, workshop provider, literacy consultant

Writing services 80%
Workshop provider 95%
Literacy consultant 75%

Writing Services

Jasa kepenulisan profesional untuk kebutuhan artikel lepas, artikel websites dan blog (content writing), buku (editing, story teller)

Travel Wri(ting)-Pho(tography) Workshop

One day workshop yang khusus mengulas penulisan perjalanan sekaligus melengkapinya dengan foto perjalanan

Freelance Writing Workshop

One day workshop yang khusus mengulas genre penulisan freelance dan tips-tips menuju dunia penulisan freelance

Exclusive Blogging Class

Kelas eksklusif khusus persiapan menjadi seorang blogger profesional. Didesain dengan pendampingan selama 3 bulan

Public Speaking Class

Kelas berbicara di depan umum yang didesain dengan pendampingan selama 2-2,5 bulan untuk anak-anak, remaja, dan umum

Fun Writing Class

Kelas menulis yang didesain dengan pendampingan selama 2-2,5 bulan untuk anak-anak dan remaja

0
event as public speaker
0
alumni offline class
0
content writing
0
library projects
  • Ibu Rumah Tangga, Ibu Bekerja, dan Mompreneur Belajar Public Speaking, Seperti Apa?

    Ibu rumah tangga, ibu bekerja, dan mompreneur belajar public speaking, mungkin banyak orang yang kemudian memicingkan mata. Buat apa sih ibu-ibu belajar public speaking? Apakah ada dari jannati yang berpendapat semacam itu?

    Ga salah juga sih, memang ibu-ibu identik dengan memasak, mengurus anak, dan segala printilan rumah tangga yang sering dikira banyak orang berkutat pada "itu-itu saja". Hm, jangan salah, itu-itu sajanya itu memang lebih dari itu 😋 Urusan jadi bendahara rumah tangga, jadi ahli gizi, jadi koki terbaik, jadi psikolog handal, sampai orator ulung adalah serangkaian profesi yang melekat dengan skill khusus yang mestinya dimiliki seorang ibu.

    Tak peduli apakah si ibu pure ibu rumah tangga, ibu yang ikut mambantu penghasilan rumah tangga dengan bekerja, ataupun seorang mompreneur yang bekerja dari rumah.

    Public speaking sangat perlu dimiliki seorang ibu karena fungsi berbicara yang tak sekedar bicara. Apalagi emak-emak juga sering dituduh tempatnya bergosip ya. Ampun dah 😅 Tahu ga, kalau talking berbeda dengan speaking. Talking adalah berbicara secara bahasa, seperti bayi yang sudha bisa mengeluarkan beragam suara. Sedangkan speaking adalah seni berbicara. Sebenarnya, berbicara dengan seseorang saja atau sering disebut empat mata, sudah termasuk dalam kategori public speaking. 
    Lalu, bagaimana fungsi public speaking ini bisa berpengaruh dalam seni berbicara pada anak, suami, klien, customer, hingga publik?
    Nah, inilah yang dipelajari dalam 2 days workshop Public Speaking for Moms The Jannah Institute yang berbasis di Jember, Jawa Timur. 

    Public Speaking for Moms pertama kali diadakan pada Mei 2018, diikuti oleh sekitar 15 orang moms yang sangat bersemangat mengikuti proses 2 hari dalam sikon puasa Ramadhan, dan bertempat outdoor di Kampoeng Baca, Jalan Nusan Indah VI/7 Jember. Luar biasa!

    Beragam latar ikut mewarnai Public Speaking for Moms batch 1, mulai dari mompreneur yang mendukung suaminya berbisnis kopi, mompreneur yang berbisnis minuman susu, donat waluh, sampai seorang PNS, guru, pengusaha kafe, seorang leader di sebuah perusahaan distribusi, pengusaha wedding souvenir, karyawan swasta, semua melebur jadi satu.

    Bangga dan haru rasanya bisa menjadi wadah berkumpul ibu-ibu hebat. Suasana kekeluargaan pun langsung menyeruak, belajar seni berbicara pun mendadak menjadi lebih bersemangat.




    Respon yang positif itu pun akhirnya membuat banyak ibu dan perempuan di Jember lainnya penasaran dan menunggu-nunggu jadwal workshop selanjutnya.

    Akhirnya, The Jannah Institute kembali menggelar 2 days workshop Public Speaking for Moms pada November 2018. Cukup lama, karena schedule TJI yang sangat padat untuk kelas-kelas lainnya. Tapi, selepas ini, semoga bisa rutin setiap 3 bulan sekali minimal ya, jannati. Aamin.

    Berbeda dengan sebelumnya, batch 2 dibatasi hanya sampai 10 orang saja. Dan ternyata, 7 orang yang ditekdirkan Allah untuk ikut menimba ilmu. Dilaksanakan di NOG Resto, Perumahan Gunung Batu Permai, batch 2 yang diikuti oleh dosen, da'iyah, ibu rumah tangga yang sekaligus penyuluh Posyandu, ibu rumah tangga yang sekaligus menjadi pendamping suaminya kala bertugas sebagai polisi, PNS, guru, dan pengusaha home decoration ini juga tak kalah berkesan.





    Alhamdulillah, 2 days workshop Public Speaking for Moms berlangsung lancar dan berkesan as always 😍 . . 3-4 Nov, 7 org terpilih dr rencana 10 seat, yg ditakdirkan Allah utk menambah ilmu yg harapannya long lasting diaplikasikan kpn saja. Baik itu oleh yg ibu rmh tangga, mompreneur, da'iyah, dosen, guru, sesuai ragam profesi bunda2 kece yg kemaren hadir. . . Sesi hari pertama mengupas urgensi public speaking for moms berlangsung seru krn ada sesi mengingat pengalaman public speaking yg memorable, sesi mengeluarkan ketakutan yg dihadapi saat public speaking dan menghancurkannya bersama2, jg sesi selftalk positif ttg goals pasca workshop 😎 . . Hari kedua ga kalah seru. Ada sesi roleplay battle utk pemanasan special perform. Dan setelahnya ada nobar utk review video masing2. Seruu dan ga berasa. Mau tahu testimoni para moms yg diibaratkan dgn buah utk menggambarkan perasaan ikut 2 days workshop ini? Stay tune terus di TJI ya, jannati♡ . #publicspeakingjember #wearepublicspeaker #publicspeakingformoms #publicspeakerjember #perempuanjember #kelaspublicspeaking #vibrantmethods #appreciativelearning #thejannahinstitute
    A post shared by The Jannah Institute (@thejannah.ins) on

    Apa Saja yang Dipelajari di Public Speaking for Moms?

    Di hari pertama, moms akan diajak untuk menelusuri plusnya diri sendiri lewat pengalaman paling berkesan selama hidup dalam melakukan seni berbicara, appaun itu. Serunya, itu semua disampaikan lewat gambar bebas ala ilustrasi komik.

    Setelah unforgettable moment itu terungkap, langkah selanjutnya adalah mengungkapkan ketakutan-ketakutan yang masih mungkin dialami saat berbicara di depan umum. Ini berguna sebagai detoks. Seperti apa keseruannya? Hm, jannati harus menyaksikannya sendiri sih 😊

    Setelah itu, bersama-sama seluruh peserta, selftalk sebagai komitmen dan latihan mensugesti diri dengan sesuatu yang positif pun dilakukan.

    Di hari pertama itu, urgensi public speaking bagi seorang ibu dibahas tuntas, termasuk tips-tips powerfull public speaking. Di akhir sesi hari pertama, akan ada roleplay berkelompok dengan case yang berbeda-beda. Ada yang bagaimana memimpin rapat sebagai mompreneur, ada yang sedang berkomunikasi dengan anak, dan sebagainya.

    Apakah hari kedua bertambah seru?

    Pastinya! Sebab di hari kedua ini, masing-masing moms akan diberikan waktu untuk final perform, menampilkan apapun seni berbicara yang akan moms praktekkan. Kalau di batch 1 banyak yang berkisah soal hijrah, bisnis, dan bahkan semi curcol, di batch 2, tiap orang mengeksplorasi diri dengan menjadi sesuai profesinya. Ada yang penyuluh, ada yang sedang memberikan tausiyah, memberikan sambutan saat acara kantor, sampai berbagi tips tutorial tentang hobi dan komunitasnya. Seru!

    Ada sesi untuk review dengan menonton bersama video rekaman saat final perform. Sebagai bonus, Kak Prita HW sebagai mentor memberikan bocoran tentang tipe-tipe karakter orang yang dihadapi dalam keseharian dan bagaimana menarik perhatian karakter yang berbeda itu.

    Batch 3 nya kapan nih?

    Info serunya di poster ya moms. Hubungi CP untuk booking seat nya. Jangan sampai ketinggalan. Ibu-ibu belajar pubblic speaking, kenapa ga? 😍




    - Wassalam, TJI -



  • Public Speaking for Youth The Jannah Institute Jember, Mewadahi Energi Kaum Muda

    Public Speaking for Youth adalah salah satu program kelas yang dimiliki The Jannah Institute (TJI) untuk mewadahi kaum muda yang bergejolak. Energinya yang luar biasa tentu akan menjadi potential lost bila tidak bisa disalurkan dengan positif, bermanfaat, dan berkah tentunya. Kelas kali ini memang dikhususkan untuk pelajar dan mahasiswa Jember dan sekitarnya yang tertarik belajar lebih jauh tentang ilmu berbicara di depan umum atau ber-public speaking ria. 

    Setelah sukses mengadakan batch 1 yang diikuti 9 orang pelajar dan mahasiswa. Public Speaking for Youth batch 2 diikuti oleh 7 orang yang juga dari kalangan tak jauh berbeda. Mulai dari pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa.




    Sengaja, materi-materi Public Speaking for Youth dikemas tidak dalam sekali one day atau two day workshop, tetapi dalam konsep kelas yang terdiri dari 5 pertemuan. Jika batch 1 berdasarkan kesepakatan untuk menentukan jadwalnya, di batch 2 lebih ketat dengan menentukan waktu setiap Sabtu pagi setiap pekannya. Dan, alhamdulillah cara ini lebih efektif. Peserta belajar mengaku ketagihan dan dalam posisi on fire untuk mengaplikasikan ilmunya.

    Masih sama mbak. Dari pertemuan 1 dan 2, tetep nagih dan nagih. - Amelinda, mahasiswa FEB Unej, peserta belajar Public Speaking for Youth batch 2

    Apa Saja yang Dipelajari di 5 Pertemuan?

    Sesuai dengan ruh pembelajaran di TJI yang mengedepankan appreciative learning dalam tiap prosesnya, kelas-kelas fleksibel dilakukan di indoor maupun outdoor yang ditentukan bersama. Saya sendiri sebagai mentor juga berusaha untuk mengajak temen-temen peserta belajar untuk terlibat menentukan keputusan terbaik untuk mereka, sekaligus memastikan kenyamanan.

    Pertemuan 1 membahas tentang The Purpose of Public Speaking for Youth alias apa sih urgensi kaum muda belajar public speaking. Di pertemuan 1 ini semacam pondasi dari pertemuan-pertemuan selanjutnya. Peserta belajar akan diajak untuk menggali pengalaman paling berkesan saat tampil berbicara di depan umum sepanjang hidupnya, kemudian mengeluarkan ketakutan yang dihadapi saat berbicara di depan umum, sekaligus diajarkan metode selftalk sebagai bentuk "doktrin" positif pada diri sendiri.




    Pertemuan 2 biasanya memilih tempat outdoor karena semuanya diajak untuk melatih Voice Power & Intonation dengan mencoba nada suara rendah, sedang, dan tinggi. Kekuatan suara ini penting untuk memaksimalkan kekuatan terbaik dari tiap individu yang kadang kurang terasah. Selain itu, suara yang mumpuni juga akan memberikan efek pada rasa percaya diri ketika tampil.



    Sementara di pertemuan 3 agak sedikit berbeda antara batch 1 dan batch 2. Jika batch 1 menghadirkan Mas Nizar selaku announcer RRI Pro 2 Jember yang memiliki sifat introvert pada awalnya beserta bocoran-bocoran latihan pernafasan dan hikmah dari pengalamannya, di batch 2, saya mencoba mengajak peserta belajar lebih lepas berekspresi lewat Public Speaking for Marketing Skill.

    Saya ajak mereka untuk pitching atau semacam prospek kalau dalam bahasa marketing, yaitu berkomunikasi dengan tujuan mempengaruhi orang lain. Ini biasanya dipakai untuk memasarkan suatu produk ataupun jasa kepada masyarakat secara face to face secara langsung. Kami berkumpul di hari Ahad pagi di CFD Jember.


    Di batch 2, ini adalah pengalaman yang paling seru dan masih mau diulang lagi, begitu kata mereka. Saat itu, mereka belajar bagaimana memperkenalkan diri, presentasi, hingga closing sesuai dengan tujuannya. Ada yang membawa produk sendiri seperti masker, kaldu non MSG, dan sisanya juga memperkenalkan TJI kepada khalayak Jember. Hasilnya luar biasa, ada yang diterima, ditolak, berelasi untuk dihubungi lebih lanjut terkait pemasaran program di kantor si customer, dan sebagainya.

    Pertemuan ke 4, barulah saya ajak untuk mengenal ragam profesi public speaker, salah satunya adalah announcer. Jadilah, hari itu, saya yang sejak Maret 2017 dipercaya mengampu program Literacy on Friday di Pro 2 Morning Show mengajak temen-temen untuk on air dan meet the announcer. Siapakah dia? Iyap, Mas md_putrawijaya yang selain music director juga dikenal sebagai MC dan moderator. Fresh lah hari itu, karena banyak yang pengalaman pertama memasuki studio 😆

    Kalau di batch 1, saya mengajak temen-temen berkunjung ke Texas English Course dan bertemu serta mengambil insight dari Mom Luci selaku owner Texas tentang Public Speaking in English khususnya untuk perkenalan diri. Karena dirasa di batch 2 ingin fokus untuk di Bahasa Indonesia, maka di batch 2 langsung praktek on air. 

    Pertemuan terakhir, ini nih yang paling seru dan sukses bikin deg-degan. Mereka harus tampil final perform di sebuah event kopdar The Jannah Institute (TJI) Community. Ada yang bertugas sebagai MC, moderator, dan fasilitator yang meng-handle jalannya ice breaking dan barter buku.

    Batch 1 bertemakan Writerpreneur menghadirkan saya sendiri dan video conference dengan penulis asal Malang, Miyosi Ariefiansyah yang juga partner saya menulis sejak 2010.

    Batch 2 sedikit berbeda, TJI menghadirkan topik ngobrol seru menyoal Generasi X, Y, dan Z yang masing-masing ada perwakilannya. O iya, ada Nadia dan Novi yang masih uduk di bangku SMA dan SMP yang memulai debut menjadi narasumber alias public speaker utamanya langsung 😍

    Alhamdulillah, baik kopdar pertama dan kedua berlangsung lancar dan semua peserta belajar sukses tampil memukau.



    "Jangan lelah untuk terus menyampaikan yang benar secara konten, dan juga disampaikan dengan cara yang baik. Semoga ilmunya bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari sampai jangka panjang", itu pesan saya di saat menyerahkan sertifikat sebagai tanda kelulusan semua peserta belajar.

    Tertarik untuk Ikut Kelas Public Speaking for Youth Berikutnya?

    Ada upaya untuk hasil yang terus diusahakan. Pun public speaking, bukanlah hal instan yang bisa dipelajari dalam semalam, sehari, atau dua hari. Ia membutuhkan pengulangan atau repetisi yang konsisten.

    Karena itu, The Jannah Institute (TJI) mengemasnya dalam 5 pertemuan yang fun dan hidup, juga penuh dengan praktek yang menantang. Semua itu cuma dengan investasi Rp. 250.000. Apalah arti investasi kecil ini dengan pengalaman yang akan temen-temen dapatkan. Mari belajar dan berkolaborasi!

    Hubungi :
    Siska - Marketing & Customer Relation
    081803661751



    - Wassalam, TJI -
  • Gelaran Ketiga Alfamart Jember x The Jannah Institute Memperkenalkan Apa itu Store Sales Point



    Assalamu'alaikum Jannati

    Masih ingat kan dengan event seru yang digelar The Janah Institute (TJI) dan Alfamart Jember? Yap, pada 11 Oktober 2018 lalu merupakan gelaran kali ketiga yang bertempat di Cafe Sederhana, Jalan Kalimantan.

    Selalu ada yang berbeda dengan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat khusu Perempuan yang konsisten diselenggarakan oleh Alfamart ini. Pesertanya tentu saja beragam ya, dari berbagai komunitas perempuan maupun pelaku usaha kecil semacam UMKM yang memerlukan inspirasi bisnis yang up to date. Selain itu, dari sisi pembicara juga ada yang fresh loh.

    Kali ini, ada pembicara dari Small & Micro Business Department Alfamart Jember yang berbagi tentang Store Sales Point. Apa itu? 

    Sebelum menjawabnya, Pak Taufik Hidayanto membuka dengan visi misi dan budaya Alfamart sebagai sebuah perusahaan dan juga komitmen Alfamart sebagai Sahabat Indonesia yang merupakan akronim dari SAtu HAti berBAgi unTuk Indonesia. Ini sebagai upaya Alfamart untuk bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat. 

    Apa itu Store Sales Point ?

    Store Sales Point (SSP) ini boleh dibilang merupakan jawaban atas pandangan miring mastarakat bahwa keberadaan toko ritek semacam Alfamart akan mengancam toko-toko kecil milik masyarakat. Dengan apiknya, Alfamart merancang program ini dan berhasil diganjar penghargaan pada Nusantara CSR Award 2015. 




    Nah, untuk yang penasaran, simak yang berikut ini :



    Beberapa tujuan dari SSP sebagai berikut :
    • Membantu ketersediaan barang di kalangan pedagang mikro, kecil dan menengah
    • Memberikan harga terbaik untuk kalangan pedagang mikro, kecil dan menengah dengan keuntungan yang wajar
    • Membantu pedagang mikro, kecil dan menengah supaya mampu bersaing dengan ritel lain
    • Meningkatkan Corporate Image Alfamart dan Principle sebagai perusahaan yang peduli pada lingkungannya, terutama pada kelangsungan usaha dan pengembangan pedagang mikro, kecil dan menengah
    • Mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah  

    Terus, apa aja sih manfaatnya kalau kita bersinergi lewat program SSP ini? 

    Ini dia manfaat yang bisa diperoleh wirausahawan mikro, kecil, dan menengah alias pelaku UMKM :
    • Kemudahan mendapatkan barang
    • Mendapatkan harga beli yang dapat dijual kembali kepada konsumen, dengan keuntungan yang wajar
    • Hemat waktu, karena toko SSP jaraknya dekat dengan lokasi pedagang kecil
    • Untuk pedagang kecil dimungkinkan mendapatkan program dress up atau perbaikan tampilan tempat berjualan yang sudah ada
    • Mendapat tambahan pengetahuan dalam mengelola usaha retail
    • Transaksi yang mudah secara tunai dan tempo (Toko Modal)
    • Mengembangkan pengelolaan toko yang berorientasi pada ritel modern
    Bisa dilihat nih jannati, untuk milestone SSP ternyata sudah tak diragukan lagi.


    Terus, Gimana Caranya Bisa Bersinergi dengan Menjadi Mitra SSP? 
    Ternyata, ada beberpa jenis member SSP, seperti ini :



    Dan, ga perlu kuatir, kalau misal bingung atau perlu konsultasi dengan pihak Alfamart, sudah ada armada yang dinamakan MRO (Member Relation Officer), yang sigap selalu membantu para mitra Alfamart, khususnya di program SSP. 



    Dan meskipun SSP ini berbasis toko offline, tapi tetap dalam pengelolaannya berbasis online untuk mempermudah ya, jannati. Contoh aplikasi yang disebut dengan Aplikasi Mobile Android (AMA) seperti ini untuk tampilannya, dan memiliki dua jenis.





    Dan, kabarnya AMA OBA punya beberapa keunggulan, diantaranya :


    Lalu, gimana prosedur pendaftaran member nya?
    Tenang, ini dia alur pendaftarannya dan juga beberapa jenis transaksinya.








    Sudah cukup jelas, kan? Penasaran seperti apa contoh transformasi toko tradisional milik masyarakat yang sudah bersinergi lewat program SSP ini?



    Dan untuk menjadi Toko Mitra Alfamart (TMA) yang berdiri secara fisik, ada nilai investasi yang cukup murah bagi sebuah modal usaha dibandingkan dengan berinvestasi dengan brand Alfamart secara franchise yang nilainya hampir mendekati 1 M. Mau tahu?



    Akhirnya, lengkap sudah pengetahuan tentang Alfamart untk program SSP, gimana jadi punya insight baru kan soal bisnis? Kalau misal mau cari inspirasi lainnya, boleh tengok, mampir, dan baca tulisan reportase temen-temen blogger lainnya ya, karena masih ada Alfamind yang berbasis toko virtual, dan juga ada juga inspirasi Do it yourself ala ala decoupage dari Mbak Effi yang merupakan koordinator Bank Sampah di Kampoeng Recycle Jember. Cuzz..







    Buat yang belum sempat hadir, tapi penasaran sama rangkaian acaranya, boleh simak video yang dibuat TJI ini ya 😉  Terimakasih sudah membaca sampai akhir.




    - Wassalam, TJI -


  • Gelaran Kedua Alfamart Jember x The Jannah Institute, Eh Ada Alfamind!

    Inspirasi Bisnis dari Alfamart, Mayar Shopping, dan The Jannah Institute untuk Perempuan Jember 19


    Assalamu'alaikum Jannati.

    Setelah event perdana dengan Alfamart Jember pada Tiga Perempuan Berbagi di Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Khusus Perempuan Gelaran Alfamart Jember dan The Jannah Institute , pada 9 Agustus 2018 yang lalu di Faradisa Cafe & Resto, The Jannah Institute kembali digandeng untuk mengadakan event kedua. Seseru apa?

    Ada sesuatu yang baru di gelaran kedua ini. Kalau di gelaran perdana, semua yang berbagi adalah perempuan. Di momen kemerdekaan ini, ada sesosok laki-laki yang muncul di jajaran narasumber. Siapa itu? Ada Pak Bagus Alfian yang berbagi tentang digital business yang dinamakan Alfamind.

    Dan, dua narasumber lainnya. Masih ada Mbak Dwi Uji dari Mayar Shopping yang memandu membuat frame dari bahan dasar karton dan daun bambu muda. Selain itu, masih ada Kak Prita HW, founder TJI yang berbagi tentang Tips Ampuh Promosi Soft Selling di Blog dan Medsos, serta Bu Vina dari Divisi Merchandising. 

     Nah, kali ini, TJI mau sharing tentang Alfamind ini ya.  

    Apa itu Alfamind? Alfamind merupakan jaringan toko ritel virtual 3D pertama di Indonesia berbasiskan aplikasi smartphone android

    Inspirasi Bisnis dari Alfamart, Mayar Shopping, dan The Jannah Institute untuk Perempuan Jember


    Nah, kalau Jannati ingin tahu lebih jelas tentang apa dan bagaimana platform Alfamind, dan apa saja syarat untuk menjadi supplier atau store owner, langsung saja untuk menyimak liputan kece dari mentor, para alumni Exclusive Blogging Class batch 2, dan temen-temen Blogger Jember Sueger berikut ini :

  • Tiga Perempuan Berbagi di Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Khusus Perempuan Gelaran Alfamart Jember dan The Jannah Institute



    Perempuan, sesosok makhluk mulia karena perannya sebagai istri dan ibu. Siapa yang tak tahu peranan ibu? Di tangannya lah, semua urusan rumah tangga dan pendidikan anak diserahkan. Tak heran, Allah menganugerahkan kemampuan multi talenta pada seorang perempuan karena amanah yang telah digariskan. Ibu yang bisa mengemban amanah ini tentu mestilah ibu yang cerdas, dan selalu beraktualisasi diri. Karena itulah, dalam Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat kali ini, Alfamart Jember bekerjasama dengan The Jannah Institue (TJI) mengkhususkannya untuk perempuan, seorang ibu ataulah calon ibu boleh turut serta di dalamnya.

    Dari perbincangan dengan Pak Syafi'i, corporate communication Alfamart Jember, kemudian TJI menggandeng komunitas perempuan Jember yang diberi tajuk Bidadari Jember. Meski Bidadari Jember sendiri baru dibentuk dalam suatu wadah WAG (Whats App Group) oleh founder nya, Ratna Dias, pada April 2018, ternyata tak sulit untuk menarik animo 30 orang peempuan untuk mengikuti pelatihan ini. Termasuk di dalamnya, 10 orang blogger yang merupakan anggota Bidadari Jember sekaligus peserta belajar di Exclusive Blogging Class TJI batch 1 yang akan lulus awal bulan depan 😉

    Jadilah, pada Kamis, 19 April yang lalu, pelatihan diadakan di suatu tempat yang homey dan cozy serta memiliki konsep yang sangat perempuan saking manisnya. Rumpi rumpi Home & Bistro namanya, berlokasi di Jalan Tidar 21.

    Mbak Ratna Dias sedang menyambut peserta. Dok. www.martabakbunder.com

    Pak Yosia, Branch Manager Alfamart sedang memberikan sambutannya. Dok. www.martabakbunder.com

    Dimulai pada pukul 09.00, pagi yang cerah itu dibuka dengan salam dan sepatah dua patah kata oleh Mbak Ratna Dias. Ia pun turut menjelaskan ihwal berdirinya Bidadari Jember, yang tak lain ingin mewadahi para perempuan hebat di Jember. Tapi, meskipun memiliki trademark sebagai perempuan hebat, tak serta merta membuat para perempuan lupa diri dengan kodratnya yaitu sebagai istri dan ibu. Itulah kira-kira visi yang ingin disampaikan komunitas ini.Kemudian acara berlanjut, dengan sambutan dari Pak Yosia Andika selaku Branch Manager Alfamart Jember yang baru dipindahtugaskan beberapa bulan. Menurut bapak yang ternyata asli Lumajang ini, Alfamart mengadakan pelatihan ini sebagai bentuk rasa ingin dekatnya dengan masyarakat dan memberikan value yang lebih lagi agar tetap diingat. 

    Tiga Perempuan Berbagi


    Hari itu, menurut jadwal yang diharuskan selesai pada jam 12.00, ada tiga perempuan dengan latar belakang yang berbeda yang diberi kesempatan untuk berbagi.

    Perempuan pertama datang jauh-jauh dari sudut kota Jember, yaitu Balung. Meski awalnya mbak yang akrab dipanggil Dewi Uji itu ragu-ragu ketika diminta TJI untuk menjadi pemateri 1 karena memiliki bayi 10 bulan, alhamdulillah akhirnya Mbak Dewi dimudahkan Allah untuk hadir. Mbak yang sehari-harinya berjibaku menjalankan bisnis souvenir dan undangan unik dari bahan alami ini memiliki brand bernama Mayar Shopping. Dibantu suami dan di sela-sela mengurus anaknya, siapa sangka Mayar Shopping yang awalnya iseng menerima pesanan ala kadarnya itu, kini sudah bisa memenuhi permintaan pasar hingga sampai ke Papua.





    Meski mengaku deg-degan karena ini pengalaman pertamanya berbagi, Mbak Dewi bisa sangat lancar menjelaskan success story nya dan berbagi step by step membuat blocknote ber-cover serbuk kayu yang digergaji kepada para peserta. Ia mengaku memperoleh serbuk kayu itu dari pengrajin kayu yang ia datangi. Kadang idenya juga datang dari mana saja. Pernah dari daun kering, biji karet, dan sebagainya. Dan, semuanya dilakukan handmade. Luar biasa ketelatenannya. Para peserta antusias sekali menelisik lebih jauh kiprah Mbak Dewi, termasuk saat praktek mengelem serbuk kayu pada kertas karton coklat yang dijadikan cover dengan lem putih yang sudah dipersiapkan. Yang juga berkesan, Mayar Shopping sudah menyiapkan block note yang hanya perlu disatukan pengait tali penyatunya. Cantik sekali.  

    Perempuan kedua, siapa lagi kalau bukan founder The Jannah Institute, Prita HW, yang berbagi sebagai pelengkap materi Mbak Dewi Uji. "Banyak orang bisa memproduksi sesuatu, tapi ga banyak orang tahu cara memasarkannya, minimal melalui media online Instagram sesuai kekiniannya", ungkapnya di awal sesi.

    Instagram menurut Prita adalah album foto kekinian untuk brand awareness dan membangun engagement. Setujukah, Jannati? 😀 Sehingga, judul materi kedua adalah "Menulis Caption Menarik untuk Medsos", khususnya Instagram. Kenapa penting? Karena bagi seorang pebisnis, menjadi seorang content creator itu adalah keharusan dan untuk menjadi content creator yang berkualitas diperlukan konsep. Tujuannya jelas untuk brand awareness dan membangun engagement, serta me-manage audience. Bukan, sekedar posting dengan foto dan caption ala kadarnya. A big no! 
     


    Beda dengan pedagang yang minim konsep, rata-rata tidak memikirkan brand. Tak heran bila official account Instagramnya yang penting upload foto, caption langsung menuju ke deskripsi produk dan harga serta nomor yang bisa dihubungi untuk pemesanan. Selesai. 

    Sebelum menuju caption, Prita yang hari itu mengenakan gamis hitam dan kerudung bermotif hijau ini juga memberi saran, seharusnya feed Instagram memiliki konsep feed yang serasi, semisal warna tone foto atau desain, konsep postingan 3 barisnya bercerita tentang benang merah yang sama, atau foto yang serupa, bahkan postingan sebuah foto atau desain yang dibagi beberapa frame. Ada beberapa contoh yang bisa disimak seperti @hijabalila, @seblakabah, @greenhillhotel, dan tak lupa @thejannahinstitute 😊



    Lalu, bagaimana supaya paling tidak, mompreneur yang hadir sebagai peserta hari itu bisa menulis caption yang menarik. Ada beberapa hal menurut Prita, yaitu : 
    • Pikirkan konsep - ide dasar pesannya apa
    • Usahakan soft selling - balut dengan aktivitas sehari-hari
    • Menggambarkan image - paling tidak, ada benang merah antara image dan caption
    • Pakai bahasa sehari-hari - hindari serius dan baku, tunjukkan ciri khas
    • Call to action - ada kata-kata interaktif berupa pertanyaan atau ajakan yang membuat orang berinteraksi
    Sudah ada gambaran? Hm, Prita mencontohkan beberapa. Mungkin ini salah satunya, postingan yang saat itu memang sponsored post bersama Alfamart (biar pas) 😄


    Hola, Sabtu di hari kedua #longweekend ini lagi ngapain? Kalo saya mau bikin rumah bersih dan wangi dulu yak^^ • • • PS. Siang yang panas, akhirnya 'ndeprok' menikmati angin di teras sambil masih heran sama belanjaan di @alfamart ini. Lah kenapa? Baru inget kalo hari ini hari terakhir promo #HomeCareAlfamart , jd mayan ngos2an nih di tengah berjibaku beres2 kelar pindahan, sempetin belanja dulu. Selain krn belanja produk sponsor seperti Attack, SOS, Bayclin, Mama lemon, dll senilai 60rb yg memang lagi saya butuhin, suka bgt sama kemudahan bisa nebus murah minyak Tropical/Bimoli/Filma 1 L atau Gulaku pouch atau tisu wajah cuma sama receh 500 an! Yey! Masih ada waktu yg mau nyusul, saya mau cuz bersih2, selain mau minum es teh manis pake gulaku gopek, hehe.. O ya, happy Saturday all! #flatlays #handsinframe #happysaturday #happyweekend
    A post shared by Prita hw (@pritahw) on



    Tak lama, Prita pun mengajak peserta untuk bereksperimen lewat posting sesuatu di Instagram tentang acara yang sedang berlangsung. Boleh kepoin hashtag nya ya, #AlfamartxTJI.

    Perempuan ketiga merupakan perwakilan dari pihak Alfamart Jember.  Adalah Bu Vina, manager Departemen Merchandising yang hari itu menjelaskan tentang seluk beluk bagaimana suatu produk diterima ritel, khususnya Alfamart.

    Sesi ini ternyata banyak mengundang pertanyaan. Maklum, ini selain menjadi pengetahuan baru juga bisa jadi "jalan" baru bagi setiap usaha yang ingin menambah channel pemasarannya. Tentu, kesempatan ini tak disia-siakan.Meski memang, pastinya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, seperti pemaparan Bu Vina berikut ini :




    Produk UMKM yang bisa masuk Alfamart ternyata tak melulu snack, handycraft pun bisa masuk pasar Alfamart meskipun sifatnya sangat customized, artinya tidak di semua toko ada. Produk yang sesuai akan masuk di toko yang sesuai pula, misalkan handycraft akan potensial ketika masuk di toko khusus pula, semisal yang berlokasi di stasiun atau bandara. Ada pula produk makanan yang juga customized karena kekhususannya, misalkan kue basah dan nasi bungkus di toko pelabuhan Banyuwangi, yang saat ini juga masih terus mencari supplier. Kalau Jannati ada sanak saudara atau kerabat, boleh diinfokan nih 😊

    Contoh lain yang ditambahkan Pak Yosia adalah pengalamannya di Palembang dimana kerupuk kemplang yang merupakan makanan ringan khasnya juga menjadi primadona saat dijual di toko Alfamart Palembang. Begitu pula produk Karuhun dan Maicih di Bandung yang sempat kebanjiran order setelah masuk di toko Alfamart dan sempat diterima pasar nasional. Artinya, tak hanya beredar di Bandung saja.

     


    Saat menanggapi berbagai pertanyaan yang masuk, salah satunya yang paling ditunggu adalah tentang bagaimana proses pembayarannya, dengan sigap Bu Vina dan Pak Yosia membantu dengan jawaban : "Semua produk akan disesuaikan dengan sifatnya. Misal ada yang long lasting, ada juga yang ga bisa. Jadi ada MoU masing-masing.". 

    Wah, jadi lengkap bin jelas ya Jannati? Kira-kira apa di Jember ini ada produk khas yang bisa masuk pasar Alfamart, silakan dicoba ya.

    Tak terasa, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 dan saatnya makan siang. Sebelum tersaji di atas meja, ternyata da proses cleaning area dulu. Loh kok? Hehe, ini karena makanan yang Alfamart dan TJI pesan sangat spesial, yaitu menu liwetan di atas daun pisang. Karena itu, meja yang sudah tertata liwetanlah yang harus dibawa masuk dan ditukar 😊 Sambil menunggu proses itu, tak lupa sesi foto-foto untuk mengabadikan momen dengan para bidadari. Setelahnya, alhamdulillah ada doorprize spesial dari Alfamart Jember untuk 5 orang, juga voucher discount untuk mengikuti Public Speaking for Moms dari TJI. Tak ketinggalan mug cantik dari Bidadari Jember dan Lapak The Jannah. Lengkap pisan! Semuanya dipilih dari postingan dengan foto dan caption terbaik dan juga tercepat. Dan juga penanya terbaik.


    Wajah ceria penerima doorprize, selamat ya1 Semoga bermanfaat

    Bidadari Jember, Rubrik Wanita Masa Kini. Jangan lupa follow IG nya : @bidadari.jember


    Apa kabar makan siang? Alhamdulillah sudah tersedia pas kami semua selesai berfoto ria dengan Bidadari Jember, sambil ber-yel-yel ala ala dengan tagline nya, "Rubrik Wanita Masa Kini".

    Dan, inilah penampakan liwetannya. MasyaAllah, menyejukkan mata, dan juga perut yang keroncongan tentunya.

    Ya Allah, luar biasa menggoda selera! Dok. peserta

    Semoga banyak manfaat yang didapat dari terselenggaranya acara ini. Semoga banyak inspirasi yang bisa diambil. Tentu kembali pada esensi penciptaan perempuan, bukan untuk menuntut emansipasi agar setara dengan laki-laki sebagai penggerak ekonomi. Tapi, lebih kepada aktualisasi diri supaya bisa mewadahi passion, mendapat inspirasi untuk menyelami dunia kreativitas yang bisa digunakan bahan permainan dengan anak-anak, dan bonusnya, atau kami menyebutnya, efek sampingnya adalah materi. Siapa tahu ternyata pak suami malah kepincut untuk menjalankan usahanya berdua sebagai couplepreneur seperti Mbak Dewi Uji dan suami dengan Mayar Shopping. Juga seperti Kak Prita HW dan suami di TJI dan Lapak The Jannah. Ah, semoga! Sampai bertemua di event kece berikutnya, Jannati 💜

    Mau baca reportase kece lainnya, silakan mampir ke tulisan para alumni Exclusive Blogging Class TJI batch 1 berikut ini :



    -Wassalam, TJI-


  • GET A FREE QUOTE NOW

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

    Alamat

    Jember, Jawa Timur, Indonesia

    Email

    thejannah.ins@gmail.comm
    prita.hw@gmail.com

    Mobile

    +6285 33 1470 887